Sektor Otomotif Indonesia Mulai Terdampak Covid-19 | dapurpacu.id

Sektor Otomotif Indonesia Mulai Terdampak Covid-19


DAPURPACU – Berlangsungnya pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia cukup berdampak negatif pada pertumbuhan di segala sektor termasuk otomotif. Tak terkecuali di Indonesia.

Bahkan salah satu pabrikan otomotif memprediksikan kondisi curat marut ini bakal berlangsung hingga 2021, di mana kondisi akan normal kembali. Sebagai salah satu penunjang perekonomian, tentu situasi ini tak bisa dihindari.

Sebagai strateginya, menjaga pasokan unit ke dealer hingga terus ‘melayani’ permintaan akan layanan purna jual demi kepuasan konsumen, diyakini menjadi langkah paling jitu saat pemberlakuan social distancing.

“Strategi inilah yang terus dilakukan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) demi menjaga tingkat pasokan yang sehat, sekaligus membawa berbagai layanan ke rumah pelanggan,” ujar Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM.

Terkait penjualan, sepanjang Maret lalu, lini produk Honda hanya mampu terjual sebanyak 10.657 unit, atau turun 11% dari bulan sebelumnya.

Baca juga:  Honda Bekali Ilmu Jurnalistik Bagi Komunitas

Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar penjualan Honda masih disumbangkan oleh Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti HR-V 1.880 unit, CR-V yang terjual 1.151 unit dan Jazz sebesar 820 unit.

Sementara untuk Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit.

Untuk jajaran mobil premium, Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit diikuti Odyssey sebanyak 28 unit, City sebanyak 22 unit, Accord sebanyak 20 unit dan Civic Type R sebanyak 2 unit. [dp/MTH]