Dampak Covid-19, Penjualan Daihatsu Terpuruk Tajam | dapurpacu.id

Dampak Covid-19, Penjualan Daihatsu Terpuruk Tajam

Booth Daihatsu pada GIIAS 2019.

DAPURPACU – Pandemi Covid-19 benar-benar meluruhkan seluruh rencana besar pabrikan mobil di dunia, termasuk di Indonesia. Strategi di awal tahun pun ibarat ‘bubar’ begitu wabah tersebut masuk ke Indonesia secara masif awal Maret lalu.

Diantara pabrikan di Tanah Air, Daihatsu mungkin menjadi salah satu ‘korbannya’. Langkah penghentian sementara aktivitas pabrik pun mulai diberlakukan hingga esok hari, Jumat (17/4).

Keputusan pembukaan kembali pabrik Daihatsu akan ditetapkan menyesuaikan kondisi di lapangan untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama di sektor ekspor.

Tak hanya itu, dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu kota Jakarta dan wilayah Bekasi, Depok dan sekitarnya di area Jawa Barat, tak urung turut menghentikan juga aktivitas seluruh outlet dan bengkel Daihatsu hingga 24 April nanti.

Aktivitas di pabrik Daihatsu dihentikan sementara.

“Upaya pemerintah melawan penyebaran wabah Covid-19 patut didukung semua pihak. Daihatsu berkomitmen bersama pemerintah memenangkan perang ini,” ujar Amelia Tjandra, Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.

Baca juga:  Daihatsu Ajak Konsumen Seru-seruan Bareng di Medsos

Kondisi ini berimbas pada penjualan wholesales dan retail sales Daihatsu sepanjang Maret lalu. Tercatat selama bulan lalu, stok Daihatsu ke seluruh outlet (wholesales) melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya.

Sepanjang Maret 2020, wholesales unit Daihatsu naik 24,5% sebesar 18.162 unit dari yang sebelumnya hanya 14.582 unit. Dari jumlah tersebut tentunya stok unit Ayla baru ada disitu.

Penjualan Sigra kian merosot pada Maret 2020.

Sementara untuk retail sales turun 19% menjadi 10.946 unit dibandingkan Februari sebanyak 13.658 unit. Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah disinyalir menjadi faktor utama turunnya penjualan Daihatsu.

Secara keseluruhan, pencapaian penjualan Daihatsu hingga masuk triwulan I menurun sekitar 5,1% untuk wholesales, dari 50.699 unit di tahun lalu menjadi 48.113 unit di tahun ini.

Dari jumlah itu, Daihatsu mampu meraih pangsa pasat 20,3% dari volume secara nasional sebesar 236.825 unit sepanjang triwulan pertama tahun ini. Sedangkan untuk retail sales tercapai 39.186 unit dengan raihan pangsa pasar 17,9% dari volume retail sales nasional 219.361 unit.

Baca juga:  Penjualan Merosot, Pangsa Pasar Daihatsu Melonjak

Tulang punggung penjualan Daihatsu yakni Sigra kembali merosot penjualannya (wholesales) dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebanyak 3.210 unit (4.005 unit/Februari).

Penampilan Ayla special edition di GIIAS 2019.

Begitu juga dengan dua kontributor lain yang biasanya menghuni tiga teratas penjualan Daihatsu (Gran Max MB dan Terios) juga turut melorot, yang masing-masing membukukan 2.072 unit dan 1.894 unit.

Sementara Ayla yang bulan ini baru saja ‘berganti jubah’, mampu bertahan dengan penurunan yang tidak terlalu signifikan yaitu sebesar 1.302 unit (1.736 unit/Feb).

“Kami bersyukur kondisi penjualan hingga Q1, Daihatsu masih dapat mempertahankan market share di kisaran 17%,” lanjut Amelia, dalam siaran resminya, Rabu (15/4) lalu.

“Untuk selanjutnya, keadaan akan lebih menantang dan tidak mudah, karena dampak negatif dari pandemi Covid-19 ke perekonomian Indonesia dan global,” pungkasnya. [dp/MTH]