Lini Produk 'Ramah' Toyota Makin Moncer di Dunia | dapurpacu.id

Lini Produk ‘Ramah’ Toyota Makin Moncer di Dunia


DAPURPACU – Sejak diperkenalkannya Prius di akhir 1990-an, Toyota telah menjadi salah satu produsen kendaraan hybrid paling terkenal dan yang pertama meluncurkan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Dan kini, lebih dari dua dekade, tepatnya 23 tahun yang lalu sejak Prius mulai dijual pada 1997, Toyota pun siap merayakan kesuksesan penjualan 15 juta unit hybrid di seluruh dunia.

Toyota mengklaim hampir seperlima penjualan kendaraan bermesin hibrid terserap konsumen di Eropa. ini berarti tidak kurang dari 2,8 juta unit dari jumlah tersebut.

Meski begitu pasar Amerika diklaim sebagai pasar terbesar penjualan mobil hybrid Toyota. Sebagai gambaran, hingga akhir Maret tahun ini, Toyota telah memasarkan lebih dari 356.000 unit di negara-negara itu.

Saat ini, lini produk hybrid menyumbangkan dua pertiga (66,1 persen) dari seluruh penjualan kendaraan penumpang baru Toyota di Inggris. Di negara ini, Yaris Hybrid mampu menyalip penjualan Prius selama musim dingin.

Baca juga:  Inikah Tampang Toyota Yaris Facelift?

Sejatinya, Toyota telah memosisikan lini produknya untuk kehadiran Yaris Hybrid di dunia tahun ini. Dibekali sistem listrik hibrida generasi keempat terbaru Toyota, perusahaan mengklaim model baru ini akan memberikan kemampuan mengemudi listrik zero-emisi yang lebih besar secara signifikan.

Pabrikan asal Jepang ini sejatinya telah memutuskan untuk membuat mobil jenis tersebut 25 tahun silam. Tepatnya pada 1995, saat tim Takeshi Echiyamada dibebankan tugas mengembangkan kendaraan yang punya tingkat polusi lebih rendah untuk abad ke-21.

Kini, Toyota telah menjual lebih dari 15 juta kendaraan, dan produk-produknya telah menghemat 120 juta ton emisi CO2 dibandingkan kendaraan bermesin bensin yang sama.

Pihak Toyota mengatakan di kawasan Eropa, Inggris merupakan salah satu pasar terkuat untuk kendaraann HEV dengan penjualan kumulatif mencapai 356.630 unit hingga akhir Maret 2020.

“Itu telah dicapai dalam 20 tahun sejak pergantian Prius di era milenium, dengan penjualan yang semakin cepat karena Toyota meningkatkan berbagai model yang tersedia dan terus meningkatkan kinerja teknologinya,” sambung Toyota di laman resminya.

Baca juga:  Busi NGK Hadirkan Produk 'Ramah' di Kantong Untuk Mobil Bermesin NR

“Lebih banyak pilihan, emisi lebih rendah, dan bahkan penghematan bahan bakar yang lebih baik telah meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat akan hibrida, menjadikannya sebagai arus utama.”

Toyoya mengatakan jenis kendaraan ini (HEV) merupakan bagian penting dari lini produk global di masa depan, di samping model battery-electric vehicles (BEV), plug-in hybrids (PHEV), dan hydrogen fuel cell vehicles (FCEV).

Di pasar Eropa, Toyota berencana untuk mengelontorkan lagi 40 unit mobil listrik baru atau diperbarui pada tahun 2025, termasuk ‘setidaknya 10 unit’ kendaraan tanpa emisi, bisa berjenis BEV atau FCEV.

Yaris dan Prius menjadi dua di antara 19 model hibrida di Eropa, atau 44 model di dunia, termasuk Lexus. Masih banyak lagi opsi bila melihat belahan dunia lain. Di AS, terdapat berbagai spesies selain Prius, seperti Camry, Avalon, Rav4, dan Highlander.

Belum lagi bila melihat line-up Lexus, mulai dari ES, LS, UX, NX, RX, dan LC, ditawarkan dalam versi jantung inkonvensional. Tingginya penikmat SUV membuat RAV4 jadi seri hibrida terlaris. [dp/MTH]