Hati-hati! Jangan Asal Semprot Disinfektan Pada Mobil | dapurpacu.id

Hati-hati! Jangan Asal Semprot Disinfektan Pada Mobil


DAPURPACU – Selama pandemi virus Corona (Covid-19), hampir semua orang lebih peduli terhadap kebersihan, baik kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

Namun, tak sedikit yang mengambil tindakan disinfeksi yang salah kaprah, yang justru akan menimbulkan masalah baru. Penyemprotan cairan disinfektan kini menjadi protokol yang jamak dilakukan masyarakat dalam upaya membunuh mikroorganisme yang membahayakan kesehatan, terutama Covid-19.

Sebagian masyarakat diketahui telah salah memilih bahan untuk disinfektan yang seharusnya untuk sterilisasi lantai, perabot, peralatan kerja atau kendaraan, justru disemprotkan pada manusia atau hewan.

Nah, bagi Anda yang ingin membersihkan mobil atau sepeda motor, juga harus berhati-hati dalam memilih disinfektan. Alih-alih mensterilkan kendaraan, yang terjadi malah permukaan cat kendaraan Anda menjadi rusak atau tampilan warna cat berubah akibat paparan bahan kimia.

Juga perlu diperhatikan bagi kendaraan Anda yang mengalami disinfeksi di jalan atau area tertentu, segera cuci kendaraan Anda agar bahan kimia yang tak sesuai peruntukan tak sampai merusak permukaan cat.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Jasa Marga Maksimalkan Layanan di Semua Sektor

Disinfektan sendiri menggunakan bahan-bahan kimia yang memiliki dampak destruktif dan antisektif. Untuk itu, sebelum Anda memutuskan untuk mensterilkan kendaraan, pilihlah produk disinfektan yang diformulasikan khusus untuk kendaraan.

Pasalnya, banyak produk disinfektan yang mengandung klorin pemutih (Sodium hypochlorite), aseton, klorin, amonia, turbine, hidrokarbon dan D-Limonine, yang bersifat merusak sejumlah material pada kendaraan dan permukaan cat tunggangan kesayangan Anda.

Untuk pemakaian disinfektan khusus kendaraan, sebaiknya tidak disemprotkan secara langsung ke permukaan yang akan dibersihkan, tetapi disemprotkan dulu ke kain microfiber. Setelah itu usapkan pada permukaan yang akan dibersihkan. Namun juga jangan langsung menyemprotkan dalam jumlah banyak, tapi sedikit terlebih dahulu untuk melihat reaksi yang ditimbulkan.

Jika tak ada perubahan warna atau timbul belang dan bercak, hentikan pemakaian dan segera cuci bersih permukaan tersebut dengan air dan sabun lembut.

Jangan abaikan pula beberapa bagian kendaraan yang sering disentuh untuk disterilisasi dengan disinfektan, seperti misalnya handle pintu, laci, arm rest, tombol power window, lingkar kemudi, tuas persneling, tuas lampu dan wiper, tombol-tombol AC dan audio.

Baca juga:  Penjualan Merosot, Pangsa Pasar Daihatsu Melonjak

Anda juga harus hati-hati ketika akan membersihkan screen sistem audio atau infotainment, karena bagian tersebut rentan terhadap bahan kimia. Ada baiknya membersihkan layar pada sistem audio dan perangkat elektronik menggunakan cairan pembersih khusus.

Nah, setelah tugas disinfeksi dan sterilisasi selesai, segera cuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun untuk menghindari iritasi kulit. [dp/TGH]