Lamborghini Huracan EVO, 'Banteng' yang Menyenangkan | dapurpacu.id

Lamborghini Huracan EVO, ‘Banteng’ yang Menyenangkan


DAPURPACU – Prestige Image Motorcars resmi memboyong Lamborghini Huracan Evo AWD ke Indonesia, Jumat (12/6). Importir Umum (IU) yang kerap kali mendatangkan produk-produk ‘istimewa’ ini membanderol unit tersebut sekitar lebih dari Rp10 miliar.

Dibalut warna Arancio Xanto (orange), model ini diklaim merupakan evolusi tersukses dari Huracan sejak diperkenalkan pertama kali pada 2014. Supercar ini sendiri merupakan pengganti dari Gallardo bermesin V10, yang diadopsi dari varian Performante.

Sejatinya, Huracan Evo sudah diperkenalkan ke publik dunia sejak tahun lalu, dengan performa dan tampilan yang disempurnakan di segala lini.

“Kami bangga bisa memboyong model ini ke Indonesia, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia,” ucap Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Motorcars.

Secara desain, Huracan Evo AWD telah mengalami penyempurnaan yang difokuskan pada sektor aerodinamikanya. Dikatakan, model ini memperkenalkan solusi aerodinamis halus dengan tetap berpegang pada filosofi desain khas pabrikan Italia itu.

Desain baru pada bumper bagian depan rendah, berimplikasi pada efisiensi yang lebih baik terhadap aerodinamika dan mengadopsi elemen gaya Lamborghini Y.

Garis gap mesin terinspirasi Lamborghini Countach, dengan sisi samping berseni sesuai bahasa desain Lamborghini Hexagon, terefleksi pada jendela, desain velg, pinggiran intake udara yang mengingatkan pada Murcielago.

Desain knalpot pun kini dirancang lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya, mengingatkan pada model-model Lamborghini berkinerja tinggi di masa lalu.

Terkait sektor aerodinamika, Huracan Evo AWD dibekali perangkat Aerodynamica Lamborghini Attiva (ALA) yang merupakan teknologi pengatur sayap di depan, untuk menjaga manuver tak lagi terpasang.

Di dalamnya ada Lamborghini Dinamica Veicolo Integrata (LDVI). Perangkat pintar yang menjadi pusat pengontrol perilaku dinamis kendaraan. Ini dikolaborasikan bersama Lamborghini Piattaforma Inerziale (LPI), berupa akselerator dan sensor giroskop yang ditempatkan pada pusat gravitasi mobil.

Fungsinya, memantau akselerasi lateral, longitudinal dan vertikal. Termasuk laju ban, pitch dan yaw. Lalu bentuk buritannya diubah, guna memperkuat daya tekan ke bawah, sekaligus melegakan aliran udara.

Dibalik buasnya tampilan luar, kenyamanan selama mengemudi tetap terjaga. Kompartemen penumpang dilengkapi yang terintegrasi dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto.

Soal informasi kendaraan disajikan di layar TFT instrument cluster 12,3 inci. Nuansa sporty nan kental ditampilkan melalui jok berlapis kulit, Alcantara, dan untuk pertama kalinya kulit karbon.

Huracan EVO AWD dibekali jantung V10 tanpa turbo alias naturally aspirated. Kubikasinya 5,2 liter yang menghasilkan tenaga mencapai 640 hp dan torsi puncak 600 Nm di 6.500 rpm.

Untuk dapat melesat dari posisi nol ke 100 km/jam, butuhkan waktu 2,9 detik, dengan kecepatan puncak 325 km/jam. Tedapat tiga mode berkendara, Strada, Sport dan Corsa.

Rudy menjelaskan konsumen bisa memesan kustomisasi khusus untuk model ini pada tampilan eksterior (cat atau pelek) hingga interiornya, termasuk fitur yang diinginkan. [dp/MTH]