Kelamaan Diam, Saatnya Cek Kondisi Kopling Motor | dapurpacu.id

Kelamaan Diam, Saatnya Cek Kondisi Kopling Motor


DAPURPACU – Sepeda motor berkopling memang tidak akan termakan dengan banyaknya model-model skutik yang dipasarkan saat ini di Indonesia. Pasalnya, bagi mereka pecinta kecepatan butuh akselerasi spontan, begitu gagang kopling ditekan.

Seiring waktu, peranti ini juga turut dikembangkan hingga muncullah assist clutch yang berfungsi untuk menghilangkan power loss, dan juga mampu mencegah roda belakang tergelincir/slip ketika menurunkan gigi secara extreme.

Meski begitu, pemilik motor tipe ini tetap harus melakukan perawatan, dan hal tersebut sesuatu yang mendasar. Agar kopling tetap dalam kondisi prima dan bisa bekerja dengan sempurna, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan penyetelan secara berkala.

Langkah pertama bisa dilakukan dengan memastikan jarak main bebas pada handle kopling harus selalu berada pada kisaran 10-20 mm.

“Cara penyetelannya dengan melonggarkan mur pengunci, kemudian putar mur penyetel sampai dapat standar jarak main bebas, dan terakhir kencangkan mur pengunci,” buka Ade Rohman, Technical Service Sub Dept. Head PT Daya Adicipta Motora.

Sementara untuk melakukan penyetelan di bawah dekat mesin dimulai dengan melonggarkan mur pengunci, putar mur penyetel sampai mendekati standar jarak main bebas, kencangkan mur pengunci dan lakukan penyetelah pada sisi atas dekat handle kopling untuk mendapatkan standar jarak main bebas.

“Selanjutnya, pastikan kabel kopling bisa bekerja dengan normal, tidak ada serabut kabel yang rusak, terjepit, routing kabel sesuai standar, dan kabel dapat bergerak dengan bebas saat handle kopling ditekan,” tambahnya.

Pemeriksaan juga bisa menggunakan feeling pengendara agar tidak terjadi selip.

Jika kopling sudah berada di setelan yang normal maka gejala yang ditimbulkan adalah saat pengendara melakukan perpindahan gigi bisa dengan mulus dan tuas kopling dilepaskan secara berangsur maka akan terasa transmisi tenaga ke roda.

Namun jika kopling sudah aus, gejala yang akan timbul mulai dari saat melakukan perpindahan gigi tidak bisa dilakukan dengan mulus, saat akselerasi terasa selip, sepeda motor terasa kurang tenaga, dan bahkan oli mesin menjadi cepat berubah warna atau kotor.

Setelah penyetelan kopling, lakukan pemeriksaan dengan meletakkan kendaraan dalam keadaan kondisi standar tengah. Kemudian hidupkan mesin, tekan handle kopling serta masukan ke gigi 1 dan lakukan pemeriksaan roda belakang sepeda motor.

Menurut Ade, kopling motor yang normal adalah ketika kopling ditekan penuh, dan roda belakang tidak berputar alias diam.

“Sedangkan saat kopling ditekan setengah, roda belakang mulai berputar secara perlahan dan ketika kopling dilepas penuh roda belakang akan berputar,” tutup Ade. [dp/MTH]