Deklarasi HAI, Utamakan Keguyuban Ketimbang Nama Besar | dapurpacu.id

Deklarasi HAI, Utamakan Keguyuban Ketimbang Nama Besar


DAPURPACU – Para pemilik dan pecinta Hyundai Accent series akhirnya resmi mendeklarasikan diri menjadi salah satu komunitas roda empat bernama Hyundai Accent Indonesia (HAI).

HAI sendiri berisikan pemilik Bimantara Cakra sampai dengan Avega, dan pengukuhan yang dilaksanakan pada akhir pekan (11/7) lalu itu, dihadiri puluhan anggota beserta Rizki Himawan yang didaulat sebagai Ketua Umum HAI.

Rizki menuturkan, salah satu visi Hyundai Accent Indonesia ingin menyatukan seluruh pemilik Accent Series yang memiliki hasrat berorganisasi untuk dapat bersatu dalam naungan HAI.

Sejatinya, HAI sudah ada sejak awal 2000 lalu, namun dikarenakan adanya pandemi Covid-19 dan kebijakan PSBB maka baru saat ini deklarasi secara resmi dapat terlaksana.

“Walaupun demikian, nyatanya acara sakral tersebut dihadiri oleh 50-an perwakilan member HAI dari wilayah Jabodetabek,” kata Rizki lebih lanjut.

Mendapat dukungan penuh dari berbagai sponsor, termasuk Hyundai Motors Indonesia dan NGK, keseluruhan berlangsung seru dan penuh hikmat. Termasuk diterapkannya protokol kesehatan.

Seluruh anggota diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak, sekaligus membawa hand sanitizer. Tak kalah menarik, acara juga diisi dengan quiz seputar klub dan teknologi Hyundai.

Di sini, seluruh peserta dengan sangat antusias berusaha berebut untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh panitia. Hadiah menarik pun disiapkan panitia bagi peserta yang menjawabnya dengan benar.

Deden selaku Humas HAI berharap dengan berdirinya HAI dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat otomotif di Indonesia.

“Khususnya dalam memberikan pengetahuan dan berbagi informasi positif mengenai produk Hyundai yang selama ini cenderung mendapatkan komentar negatif dibandingkan produk Jepang,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini masih ada stigma di masyarakat, terutama yang belum terlalu memahami produk otomotif, bahwa kualitas produk otomotif Korea masih berada di bawah produk otomotif Jepang maupun Eropa.

Hal itu dibuktikan dirinya tidak mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan kendaraan, termasuk mencari spare part maupun banderolnya cukup terjangkau.

“Hampir di semua toko onderdil menyediakan spare part yang kami butuhkan dengan harga yang sangat terjangkau, malah ada beberapa yang justru lebih murah,” pungkasnya.

Rizki menjelaskan bahwa HAI tidak mengejar jumlah member dan juga nama besar, namun mengedepankan keguyuban dalam berorganisasi. [dp/MTH]