Royal Enfield Interceptor Tumbangkan BMW 1250 GS di Inggris | dapurpacu.id

Royal Enfield Interceptor Tumbangkan BMW 1250 GS di Inggris


DAPURPACU – Model Royal Enfield bermesin menengah, Interceptor 650 mampu menunjukkan performa penjualannya di Inggris sepanjang Juni 2020 lalu. Bahkan, performanya berhasil mengungguli BMW R1250 GS, yang selama ini memuncaki penjualan di negara itu.

Berdasarkan data yang dilansir dari Motorcycle Industry Association (MIA), Interceptor mampu terjual sebanyak 196 unit, melebihi pencapaian model-model lainnya yang dipasarkan.

Meski begitu, Honda PCX125 menjadi model terlaris di Inggris dengan perolehan angka 445 unit. Tidaklah mengherankan bila PCX125 mampu meraih penjualan tersebut, sebab, daratan Eropa begitu ‘ramah’ dengan lini produk skuter.

Terlebih di masa pandemi ini, masyarakat lebih memilih untuk menghindari transportasi umum dan menggunakan kendaraan pribadi. Di sinilah performa skuter seperti PCX125 berperan besar, sebagai tunggangan yang praktis.

Sementara itu, kesuksesan Interceptor diraih berkat kegigihan Royal Enfield selama dekade terakhir ini. Pabrikan motor asal India cukup jitu menganalisa pasar retro di dunia, yang kemudian meraih kesuksesan penjualan.

Selain itu, Royal Enfield juga membuka pabrik-pabrik baru di India dan memodernisasi seluruh proses produksinya. Selanjutnya, Royal Enfield mulai memperkenalkan mesin parallel twin dengan radiator terbaru yang dipasangkan pada Interceptor dan Continental GT 650.

Langkah serius pun kembali dilakukan dengan membeli Harris Performance Products, serta mendirikan fasilitas R&D sepeda motor di Inggris.

Di daratan Eropa khususnya Inggris, Royal Enfield tentu tidak ‘bermain’ sendiri di segmen yang digeluti oleh Interceptor 650. Namun, tak satu pun merek mengisi pasar yang sama dengannya.

Misalnya Triumph Motorcycle, yang menggunakan basis mesin lebih besar dengan banderol lebih mahal. Ada juga model retro lansiran Tiongkok yang hadir di Inggris dengan kapasitas mesin lebih kecil.

Meski begitu, publik masih meragukan kehandalan produk-produk Cina yang mendapatkan stigma negatif, terutama pada tingkat durabilitinya. Meski begitu, Royal Enfield mengaku masih ada titik lemah pada sektor itu.

Keberhasilannya memuncaki tangga penjualan di Inggris, yang unggul tipis dari BMW, tidak lantas membuat Royal Enfield secara langsung mendominasi industri otomotif di negeri itu.

Justru Royal Enfield setidaknya harus berkuasa di ‘tanah kelahirannya’ sendiri di India, mengingat secara umum penjualannya sudah melemah dalam kurun waktu berbulan-bulan. [dp/MTH]