Lama Tidak Digunakan, Cek Kondisi Oli Mesin. Awas Jadi Lumpur Loh! | dapurpacu.id

Lama Tidak Digunakan, Cek Kondisi Oli Mesin. Awas Jadi Lumpur Loh!


DAPURPACU – Pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhir di Indonesia, memunculkan rasa takut berkepanjangan akan tingkat penyebaran virus itu. Imbasnya, masyarakat cenderung ‘mengurung’ diri untuk meminimalisir aktivitasnya di luaran.

Tak terkecuali bagi pemilik mobil. Di masa PSBB transisi ini, agenda perawatan rutin mobil pun sedikit terhambat. Meski begitu, pemilik setidaknya bisa melakukan sesuatu yang dianggap mudah dilakukan dalam merawat mobil.

Efek langsung yang dirasakan kala mobil diam terlalu lama di garasi akibat aktivitas yang terhenti adalah kondisi baterei (aki), termasuk juga oli mesin.

Mobil yang lama tidak digunakan, akan terjadi pengendapan oli mesin di bagian bak penampang oli atau carter. Terlebih jika selama di parkir ini tidak pernah dinyalakan sama sekali.

Boediarto, Group Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memaparkan bahwa jika oli terlalu lama mengendap di bagian bawah mesin maka fungsinya sebagai pelumas akan berkurang.

Baca juga:  Laman Khusus Mitsubishi ini Untuk Pebisnis Fleet, Ada Promonya Loh!

“Dampaknya akan terasa saat mesin dinyalakan, komponen saling bergesekan tanpa adanya perlindungan dari oli. Dan jika mobil terlanjur hanya parkir lama dan jarang dinyalakan, sebaiknya mengganti oli mesin terlebih dahulu,” ujarnya.

Hal itu, menurutnya, dapat dicegah dengan rutin memanaskan mobil tiga hari sekali, tujuannya untuk menjaga sirkulasi oli di dalam mesin.

“Untuk menjaga performa kendaraan, pengecekan dan penggantian oli mesin perlu dilakukan, utamanya adalah dengan melakukan periodical maintenance sesuai dengan manual book di bengkel resmi Mitsubishi Motors,” tambahnya.

Boediarto menjelaskan jika mobil dalam kondisi tersebut, terlebih dulu dilakukan pengecekan dengan cara melihat dari dipstick oli, untuk memastikan apakah jumlah dan juga kekentalan oli masih dalam kondisi normal atau tidak.

“Mobil yang terlalu lama dalam kondisi diam dan tak dinyalakan, dapat berpotensi membuat oli mengendap dan menjadi sludge (lumpur oli),” paparnya.

Baca juga:  MMKSI Hadirkan Fitur Baru (Fleet) di Website Resminya

Volume oli mesin pada kondisi aman jika berada antara level maksimum dan minimum. Konsumen dapat melakukan pengecekan level oli mesin di tempat yang rata, agar hasil pengecekan akurat. Karena kemiringan tertentu dapat juga memengaruhi level oli mesin.

Jika ketinggian volume oli mesin berada di bawah titik minimum, maka disarankan untuk dilakukan penambahan. Namun penambahan tidak bisa sembarang dilakukan, konsumen disarankan melakukan penambahan dengan oli yang sama.

Perlu diketahui, volume oli mesin harus dalam takaran yang pas, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebihan. Sebab, jika volume oli terlalu penuh dan mobil digunakan, tekanan di dalam crankcase (area di kolong piston sampai oil pan) jadi terlalu besar yang dapat mengakibatkan seal oli menjadi bocor.

“Jika ternyata oli mesin sudah membentuk sludge atau bahkan sudah seperti gel, maka tidak ada pilihan lain oli harus diganti baru. Jika kondisinya sudah mengental, sebaiknya perlu dilakukan engine flush dengan cairan engine flush chemical,” pungkasnya.

Baca juga:  MMKSI Hadirkan Fitur Baru (Fleet) di Website Resminya

Meski kondisi oli Anda masih normal, namun jika mobil terus parkir dalam waktu yang lama sebaiknya juga dilakukan penggantian oli mesin.

Mengingat penggantian pelumas mesin ini tidak hanya berdasarkan jarak pemakaian, juga waktu penggunaan yakni maksimal 6 bulan sekali harus diganti. [dp/MTH]