Karyawan Terpapar Covid-19, Suzuki Perketat Protokol Pabrik Tambun 1 | dapurpacu.id

Karyawan Terpapar Covid-19, Suzuki Perketat Protokol Pabrik Tambun 1


DAPURPACU – Per akhir Mei lalu, Suzuki Indonesia telah mengoperasikan beberapa pabriknya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Meski kapasitas produksi hanya sekiatr 50%, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan konsumen di luar negeri.

Dari ketiga pabrik, yaitu di Cakung, Cikarang, dan Tambun yang terbagi menjadi Tambun 1 dan Tambun 2, hanya pabrik Tambun 2 menjadi area yang belum akan beroperasi.

Namun, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) terpaksa harus melakukan pengurangan kapasitas produksinya (lagi), pasca terdeteksi beberapa karyawan terpapar virus corona, yang ada di Pabrik Tambun 1.

Dalam siaran resminya, PT SIM menyebutkan ada 71 orang karyawan di pabrik Tambun 1 yang terkena Covid-19, dan saat ini sedang menjalani karantina mandiri dan beberapa di antaranya mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Kami sangat concern mengenai kesehatan karyawan. Meskipun kami sudah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan ketat, penularan tidak bisa dihindari,” sambung Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales.

Untuk itu, lanjutnya, pabrik Tambun 1 harus dilakukan pengurangan kapasitas produksi untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Suzuki telah melakukan berbagai upaya dan tindakan yang direkomendasikan tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Upaya-upaya itu di antaranya melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) test terhadap semua karyawan yang memiliki riwayat interaksi dengan karyawan yang terpapar dan rapid test kepada seluruh karyawan Suzuki lainnya.

Area pabrik dan kantor pun dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan secara berkala. Tak ketinggalan, kendaraan-kendaraan yang selesai dirakit dibersihkan dan didisinfektan sebelum dikirim ke pelanggan.

“Hal ini merupakan prosedur Suzuki yang sudah dilakukan dari dulu sebelum adanya pandemi berlangsung di Indonesia,” imbuh Itayama.

Selain itu, pemantauan kegiatan karyawan juga diperketat. Bukan hanya penerapan physical distancing di tempat kerja, setiap karyawan juga diwajibkan memberikan laporan harian kepada atasannya terkait kondisi kesehatan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat libur kerja.

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko terpapar virus di luar tempat kerja. Berdasarkan laporan tim Gugus Tugas Covid-19, kasus yang terjadi di Suzuki kemungkinan besar berasal dari transmisi dari luar perusahaan

Untuk itu, tambah Itayama, berencana melakukan rapid test setiap 2 minggu sekali agar mampu mendeteksi gejala lebih dini. Karena buat Suzuki kesehatan karyawan adalah prioritas.

“Kami harap semoga 71 karyawan yang positif Covid-19 cepat sembuh dan tidak ada lagi yang terpapar, agar Suzuki bisa kembali memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen,” pungkasnya. [dp/MTH]