Sukses 50 Tahun Mercedes-Benz di Indonesia Dimulai Sejak 1970 | dapurpacu.id

Sukses 50 Tahun Mercedes-Benz di Indonesia Dimulai Sejak 1970


DAPURPACU – Mercedes-Benz merayakan eksistensinya 50 tahun di Indonesia dengan beragam prestasi, bersama seluruh karyawan di Pabrik Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.

Bagi PT Mercedes-Benz Indonesia merayakan tahun keemasan tersebut sebagai bagian penting dari perjalanan Mercedes-Benz di Tanah Air, dengan keberhasilannya merakit secara lokal sejumlah model di Pabrik Wanaherang.

Patrick Schwind, President Director Mercedes-Benz Indonesia menuturkan bahwa pihaknya telah membuktikan mampu untuk merakit dan memproduksi kendaraan berkualitas di Indonesia.

“Tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial dari berbagai aspek, akan tetapi satu hal yang harus kita ingat adalah Mercedes-Benz merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia,” ujarnya.

Perjalanan Mercedes-Benz di Tanah Air dimulai pada 8 Oktober 1970 dengan nama Star Motors Indonesia, sebagai agen tunggal pemegang produk Daimler-Benz AG di Indonesia.

Perusahaan ini merupakan hasil patungan antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas. Kemudian di tahun yang sama, PT German Motors Manufacturing didirikan sebagai fasilitas manufaktur dan perakitan baru untuk produk Daimler-Benz yang berlokasi di Tanjung Priok.

Pendirian kedua perusahaan ini secara resmi menandai dimulainya era baru Mercedes-Benz di Indonesia. Pada 1973, German Motor Manufacturing memulai memproduksi mobil penumpang Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri W 115.

Sementara untuk lini komersial dimulai pada 1971, di mana truk tipe 911 menjadi truk pertama yang diproduksi secara massal di Indonesia. Dilanjutkan truk dan bus diesel Mercedes-Benz 4-5-6 ton berkapasitas hingga 50 kursi.

Satu tahun setelah suksesnya perakitan dan peluncuran kendaraan niaga Mercedes-Benz, pada 1973 diperkenalkan bus O 321 H sebagai pelopor bus canggih di Indonesia.

Selama lima dekade ini, Mercedes-Benz telah memproduksi kendaraan penumpang tipe W 123 Series dan S-Class (W 126 Series), hingga G-Class (W 463) dan SUV seperti ML-Class (W 166 Series) dan GL-Class (X 166).

Pabrik Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, menjadi lokasi perakitan PT Mercedes -Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia.

Pabrik Wanaherang sendiri merupakan lokasi PT Mercedes -Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia, dengan menempati area seluas 42 hektar.

Di pabrik yang didirikan pada 1978 tersebut menjadi lokasi perakitan untuk mobil penumpang (C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus Mercedes-Benz.

Pada 2009, pabrik Mercedes-Benz Indonesia dinyatakan sebagai produsen otomotif dengan sertifikasi Eco-industri dari TÜV Rheinland, untuk memastikan tujuan dan prinsip terkait lingkungan saat proses produksinya.

“Semua hasil pencapaian ini tak lepas dari kerja sama kita sebagai tim solid dan saya menantikan masa depan yang sukses untuk pabrik perakitan kami di Wanaherang,” tutup Patrick. [dp/MTH]