Turing Bakal Menyenangkan Jika Terapkan Tiga Tips ini | dapurpacu.id

Turing Bakal Menyenangkan Jika Terapkan Tiga Tips ini


DAPURPACU – Berkendara jarak jauh atau lazim disebut turing, bagi seorang bikers jadi sebuah ritual penting buat mereka, khususnya yang bergabung dalam komunitas atau klub.

Berpadu dalam kecepatan rendah maupun sedang kala memacu motor di jalan, atau bersenda gurau disaat beristirahat, momentum ini yang diyakini bakal terus diingat.

Namun perlu diingat, melakoni perjalanan jauh hingga ratusan kilometer bukan tanpa risiko. Untuk itu dibutuhkan persiapaan oleh para bikers itu sendiri.

Johanes Lucky, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor menuturkan, berkendara jarak jauh membutuhkan persiapan khusus, terutama pada tunggangan yang wajib dicek terlebih dulu.

Menurutnya, pengecekan kondisi motor untuk meminimalisir risiko adanya kendala di jalan wajib untuk dilakukan. Pertama, kesiapan unit motor seperti pemeriksaan mesin, kelistrikan dan juga fitur-fitur keselamatan seperti sistem pengereman.

Selain itu, para bikers juga perlu mempersiapkan kondisi fisik sebelum berangkat maupun selama perjalanan, serta mengecek kondisi kesehatan sesuai anjuran pemerintah, salah satunya dengan melakukan tes rapid antigen.

“Ketenangan pikiran dan emosi yang stabil juga menjadi hal penting, karena perjalanan jauh menguras energi yang mudah memancing emosi saat bertemu pengendara lainnya,” ujar Lucky, dalam siaran resminya.

Berikut beberapa hal lainnya yang perlu diketahui dan disiapkan oleh para bikers yang ingin berkendara jarak jauh :

Menjaga Kesehatan
Saat berkendara jarak jauh menggunakan sepeda motor, menjaga kesehatan sangatlah penting. Bikers harus selalu menjalankan protokol kesehatan baik sebelum, beristirahat maupun saat sampai di tujuan.

Para bikers wajib menggunakan riding gear yang tepat untuk dapat menutupi seluruh bagian tubuh, seperti memakai masker plus buff sehingga mengurangi resiko terpapar virus.

Selain itu, para bikers sangat dianjurkan untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh dengan memperbanyak minum saat beristirahat. Lucky menganjurkan untuk melakukan istirahat setiap dua jam dengan waktu istirahat setidaknya 30 menit.

“Saat beristirahat tetap menggunakan masker, serta pilihlah tempat yang sepi namun tetap aman dari kejahatan agar terhindar berkerumun dengan pengendara lainnya yang beristirahat,” tambahnya.

Buatlah Rencana Perjalanan
Sebelum memulai perjalanan, para bikers perlu mengetahui kondisi jalur yang akan dilalui dengan melihat aplikasi peta digital ataupun referensi bacaan yang dapat menambah informasi.

Perencanaan tersebut diantaranya menentukan jalur yang akan dilewati, lokasi istirahat dan makan, maupun tempat untuk mengisi kembali bahan bakar. Perhatikan juga kondisi cuaca di area yang bakal dilintasi.

Dengan begitu dapat memberikan gambaran kondisi selama perjalanan serta perlengkapan apa saja yang perlu dibawa. Perlu diingat juga untuk menghindari wilayah yang teridentifikasi sebagai zona merah pandemik.

“Carilah jalur alternatif lain agar bisa menghindarinya. Begitu juga dengan barang bawaan agar tidak berlebih supaya kenyamanan selama berkendara terjaga,” ujar Lucky.

Seperti tertuang dalam peraturan pemerintah no 74 Tahun 2014 mengenai barang bawaan atau tepatnya merujuk ke pasal 10 ayat 4 dan pasal 11, yang menginformasikan lebar barang bawaan tidak melebihi setang kemudi.

Barang muatan juga perlu ditempatkan di belakang pengendara dan tinggi barang bawaan tidak melebihi 900 mm, atau kurang dari satu meter dari atas tempat duduk.

Berboncengan
Berkendara jarak jauh membutuhkan konsentrasi tinggi karena menguras energi dan memiliki tantangan situasi jalan yang beragam. Terlebih bila harus berboncengan.

Jika kondisi tersebut harus dilakukan, hindari percakapan ringan ataupun bersendagurau saat berkendara karena dapat menurunkan konsentrasi pengendara.

Jika menjadi pembonceng, usahakan jangan sampai tertidur. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan dalam berkendara, dikarenakan tubuh yang tidak dapat dikendalikan.

Ada baiknya pembonceng dapat memeluk pengendara atau dapat memegang jaket pengendara untuk menambah keseimbangan. Selain itu, pembonceng perlu mengikuti arah pergerakan pengemudi di depannya.

“Pembonceng harus menjadi partner berkendara yang aman dan memberikan kenyamanan bagi pengemudi. Jangan lupa, pembonceng juga tetap harus menggunakan riding gear yang lengkap,” pungkasnya. [dp/MTH]