10 Tahun Jejak Mahasiswa Indonesia di Ajang Shell Eco-Marathon | dapurpacu.id

10 Tahun Jejak Mahasiswa Indonesia di Ajang Shell Eco-Marathon


DAPURPACU – Satu dekade sudah eksistensi para mahasiswa Indonesia berkecimpung di kancah inovasi hemat energi dan ramah lingkungan, yang dikemas dalam ajang Shell Eco-marathon (SEM) tingkat Asia.

Selama itu pula, karya anak bangsa terus mendapat pengakuan publik dunia, khususnya kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, dalam mencari solusi atas tantangan efisiensi bahan bakar saat ini dan di masa depan.

Dalam kurun waktu 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, Shell Indonesia mampu mewadahi inspirasi para mahasiswa lintas ilmu seperti teknik, bisnis, manajemen dan bidang studi lainnya, untuk bisa berkolaborasi mewujudkan inovasi terkini.

“Shell Eco-marathon mengambil peran penting dalam menginspirasi generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin masa depan untuk bereksperimen secara cerdas dan kreatif,” ujar President Director & Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri.

Tak bisa dipungkiri, partisipasi mahasiswa dari berbagai universitas di Tanah Air, telah menghadirkan sederet kendaraan hemat energi hasil inovasi mereka yang mengedepankan efisiensi energi.

Perjalanan satu dekade ini berawal dari sembilan tim yang berpartisipasi dalam kategori internal combustion (mesin pembakaran dalam dengan bahan bakar bensin, diesel, ethanol dan gas alam terkompresi).

Seiring waktu, tantangan SEM semakin beragam sejalan dengan tuntutan perkembangan industri otomotif di masa mendatang, yang meminimalisir penggunaan bahan bakar konvensional.

Untuk 2020, tim mahasiswa yang mengikuti ajang SEM Asia, terbelah menjadi 16 tim untuk kategori internal combustion dan 15 tim dengan kategori mobil listrik dan hydrogen fuel cell.

Mahasiswa Indonesia cukup menonjol di ajang Drivers’ World Championship.

Hasilnya, Indonesia berhasil memukau khalayak dunia di ajang Drivers’ World Championship (DWC) sebagai perwakilan regional Asia.

Dalam kesempatan berbeda, tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), bahkan berhasil meraih gelar juara dengan mengalahkan tim pesaing dari Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.

Pencapaian tim-tim Indonesia sampai saat ini telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang kompetitif, gigih, dan inovatif.

Sebagai informasi, Shell Indonesia bangga telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan ajang global yang lahir di Perancis pada tahun 1985 ini. [dp/MTH]