Jangan Salah Kaprah, Ini Beda PPF Dengan Coating | dapurpacu.id

Jangan Salah Kaprah, Ini Beda PPF Dengan Coating


DAPURPACU – Terus menjaga kondisi mobil selalu prima memang menjadi PR terbesar bagi pemiliknya, terutama pada permukaan bodi. Banyak cara yang dilakukan agar kondisi bodi mobil terjaga baik.

Pemilihan coating menjadi solusi yang saat ini paling banyak diminati oleh pemilik mobil dalam melindungi permukaan bodi. Coating merupakan proses pelapisan bodi menggunakan bahan/produk.

Manfaatnya membuat cat mobil selalu terlihat mengkilap dan terlindungi berkat adanya lapisan yang menutupi permukaan bodi. Untuk ketahanan umurnya, kembali pada produk atau merek dari coating. Syarat utamanya, lakukan perawatan dengan baik.

Cara lainnya adalah dengan memilih Paint Protection Film (PPF). Namun, banyak pemahaman yang salah antara coating dan PPF, terutama dikalangan masyarakat umum. Padahal PPF banyak mengenalnya sebagai laminating bodi mobil.

PPF dan coating jadi pilihan pemilik kendaraan dalam melindungi permukaan bodi serta cat.

Lianto Winata, Chief Operating Officer PT V-Kool Indo Lestari, pemegang merek kaca film V-Kool di Indonesia mengakui bahwa banyak kalangan umum menggangap coating dan PPF itu hal yang sama.

“Padahal jelas berbeda. Coating itu menggunakan bahan kimia pada bodi, contoh seperti waxing atau nano ceramic. Sementara PPF benar-benar melapisi bodi dengan plastik yang tebal dan bening,” ucapnya, dalam siaran resmi, Kamis (8/4).

Dapat dikatakan PPF menjadi tren baru yang kini digemari banyak kalangan di dunia otomotif, untuk kategori perlindungan pada cat mobil. Sebab, PPF diklaim lebih mampu melindungi mobil dari goresan benda tajam, seperti kerikil dan benturan.

Selain itu, PPF juga bisa mempertahankan warna asli dan membuat mobil terlihat kilap (wet-look) untuk waktu yang lama. Lantas, apa yang menjadi pembeda coating dan PPF?

Pada intinya, PPF berfungsi melindungi cat dari kerusakan fisik dengan lapisan film yang tebal dan transparan. Fungsi lainnya, merawat warna mobil secara permanen. Sementara coating hanyalah untuk perawatan warna sementara saja.

Lianto mengatakan dengan penggunaan zat kimia yang dioleskan ke bodi pada proses coating dan poles, memungkinkan lapisan cat orisinal bisa terkikis.

Naasnya, permukaan cat yang baret dan rusak masih akan tetap terjadi karena coating yang sangat tipis dan dalam bentuk cairan tidak bisa melindungi kendaraan terhadap kerusakan fisik.

Sedangkan untuk PPF sendiri, sifatnya benar-benar membungkus seluruh bagian bodi mobil dengan lapisan film. Dengan begitu, proses PPF memiliki daya tahan yang lebih lama karena bentuknya fisik berupa lapisan film yang tebal.

Beda dengan waxing atau coating yang menggunakan bahan kimia sehingga mobil dalam jangka waktu tertentu wajib terus mendapat perawatan agar tampilan tetap kinclong.

Menurut Lianto, sederhananya adalah coating itu bukan paint protection tapi color protection, karena fungsinya menjaga warna mobil tetap cerah namun hanya sementara saja.

Jadi, lanjutnya, saat permukaan bodi mobil tersentuh benda atau ketika mencuci kemungkinan bodi mengalami baret tetap ada.

“Sedangkan laminating PPF karena dibungkus dengan film, maka bodi terlindungi dari baret halus dan warna mobil juga tetap cerah, makanya PPF itu fungsinya melindungi dan menjaga keorisinilan warna mobil,” paparnya lagi.

V-Kool PPF Melindungi Permukaan Bodi Dengan Sempurna
Untuk produk V-Kool PPF dibuat dari bahan thermoplastic urethane (TPU) yang mampu melindungi cat kendaraan dari goresan benda tajam, baik tipis maupun dalam.

Goresan kerikil, pemudaran warna oleh paparan sinar ultraviolet, jamur, hingga abrasi pun diklaim bisa diatasi dengan sempurna. Banyak merk PPF lain yang meng-klaim menggunakan bahan TPU juga tapi dijual sangat murah.

Bahan TPU sendiri memiliki beberapa macam grade, sedangkan bahan yang digunakan oleh V-Kool PPF adalah bahan TPU yang paling premium dan diklaim terbaik dari semuanya.

Bahannya lebih jernih, kuat, terlihat alami dan lebih kilap jika dibandingkan dengan material TPU yang kelas menengah ke bawah dan bahan-bahan lainnya.

“V-Kool PPF juga memiliki kelebihan karena mudah dalam hal perawatan, karena memiliki sifat ‘self healing’ yang bisa menghilangkan baret halus dengan sendirinya tanpa perawatan khusus hanya mengandalkan panas sinar matahari,” pungkas Lianto.

Keunggulan dari V-Kool PPF yaitu memiliki ketebalan 8 mil (0,2032 mm) dan dirancang melindungi cat dari kerusakan karena zat korosif. Juga memberikan perlindungan sempurna dari sinar ultraviolet, panas matahari, dan air membuat warna tidak cepat pudar.

Selain itu, daya tahan V-KOOL PPF pun lebih lama dibandingkan dengan coating kimia dengan garansi selama 10 tahun. Untuk pemasangannya dilakukan oleh teknisi andal standar V-Kool.

Jika ingin memaksimal dalam perlindungan bodi kendaraan, disarankan untuk menggabungkan keduanya sebab PPF dan coating bisa saling melengkapi.

Saat pemasangan V-Kool PPF, mobil akan melalui tahap koreksi oleh profesional paint restoration sebelum dilapisi. Setelah itu dilakukan juga nano coating ringan pada mobil. [dp/MTH]