DAPURPACU – Pemerintah India mengambil langkah inovatif dalam perkembangan kendaraan listrik, khusus sepeda motor, melalui revisi kebijakan skema FAME II yang baru-baru ini dirilis.
Dalam skema Faster Adoption and Manufacturing of Electric Vehicles tersebut, Pemerintah India mendukung penuh percepatan kendaraan listrik di negaranya, dengan meningkatkan subsidi menjadi 50%.
Meski demikian, dibawah skema FAME II, ada parameter tertentu sebagai syarat utama yang harus dipatuhi pabrikan motor listrik untuk mendapatkan subsidi hingga 40% dari harganya.
Adapun syaratnya yaitu memiliki jarak tempuh minimal 80 km untuk sekali pengisian daya, sementara kecepatan tertinggi setidaknya mencapai 40 km/jam.

Seperti diketahui, India menjadi negara yang terus kedatangan motor-motor listrik maupun pabrikan lokal yang sudah memproduksi, semisal Bajaj dan TVS. Subsidi itu bisa mencapai Rs15.000 atau sekitar US$205 per kWh.
Dengan adanya kebijakan baru itu, kedua pabrikan bakal melakukan rombakan harga besar-besaran untuk model-model paling populer di negara tersebut seperti Bajaj Chetak dan TVS iQube.
Begitu pun dengan Ather 450X, skuter listrik premium yang saat ini tersedia di India akan mendapat revisi harga menjadi Rs14.500, atau hampir US$200 lebih murah.
Dalam sebuah laporan yang dilansir oleh AutoCar India, CEO sekaligus pendiri Ather Energy, Tarun Mehta mengatakan kegembiraannya terhadap pedoman FAME II yang direvisi.
Menurutnya, revisi kebijakan FAME dengan menaikan subsidi hingga 50% merupakan langkah yang fenomenal. Penjualan motor listrik telah tumbuh meski ada pandemi dan dengan subsidi tambahan ini.

“Kami berharap penjualan sepeda motor listrik akan menggairahkan pasar, dan mencapai lebih dari 6 juta unit pada 2025 mendatang,” pungkas Mehta.
Di sisi lain, revisi tersebut menjadikan beberapa produsen motor listrik lain segera mengambil langkah untuk memperkuat infrastruktur pengisian cepat di negara itu.
Misalnya, Ola Electric yang berusaha untuk mendirikan lebih dari 100.000 stasiun pengisian di bawah apa yang mereka sebut Hypercharger Network.
Selain itu, TVS dan Convergence Energy telah bekerja sama untuk mengembangkan jaringan stasiun pengisian daya serupa di seluruh negeri. [dp/MTH]


