Pertamina Target Bangun 76 Titik BBM Satu Harga Tahun ini | dapurpacu.id

Pertamina Target Bangun 76 Titik BBM Satu Harga Tahun ini


DAPURPACU – Pertamina terus memperluas cakupan BBM Satu Harga, yang saat ini telah berjumlah 297 lokasi yang tersebar di Indonesia, 287 titik di antaranya dikelola oleh Pertamina.

Terbaru, Pertamina meresmikan secara serentak 17 titik BBM Satu Harga yang dipusatkan di SPBU 56.83515, Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, Arifin Tasrif menuturkan, ketersediaan energi yang terjangkau sangat penting untuk mendorong perekonomian masyarakat.

“Menjadi sangat penting bagaimana kita membangun infrastruktur energi terjangkau yang bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat mendorong produktivitas dan perekonomian di daerah tersebut,” ungkapnya disela peresmian, Kamis (16/9) lalu.

“17 titik BBM Satu Harga terbaru ini tentu bisa menjadi pendorong agar kerja sama Pertamina dengan ESDM dan BPH Migas bisa ditingkatkan lagi, sehingga masyarakat di pelosok bisa mendapatkan BBM dengan harga yang wajar,” jelasnya.

Pertamina menargetkan hingga 583 titik BBM Satu Harga akan dibangun hingga 2024. Dengan begitu sekitar 80 – 100 titik per tahun bakal diresmikan. Untuk target tahun ini yaitu 76 titik.

“Tentunya menjadi tantangan penyaluran yang tidak mudah ke wilayah 3T. Tapi ini harus dilakukan, bagaimana masyarakat di wilayah itu dapat menikmati kesetaraan dan BBM berkualitas dengan harga terjangkau,” lanjut Arifin.

17 titik itu berada di Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dua di Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, tujuh di Kalimantan Barat, Papua Barat dan dua di Papua.

“Kami telah mengoperasikan 293 titik BBM Satu Harga yang dikelola Pertamina tersebar di 112 kabupaten, 62 kabupaten di antaranya di area 3T,” jelas Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Mulyono.

“Adanya penambahan lembaga penyalur tersebut, diharapkan Pertamina dapat berperan langsung dalam meningkatkan pelayanan penyediaan energi yang berkeadilan,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina, Alfian Nasution mengatakan, tahun ini Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 44 titik.

Dia mengakui tantangan terberatnya pada mekanisme moda transportasi dalam pengiriman BBM. Menurutnya tidak jarang dibutuhkan kombinasi 2-3 moda transportasi dengan waktu tempuh yang juga sangat lama, juga tantangan geografis, cuaca, serta keamanan.

“Namun kami berkomitmen menjalankan penugasan ini sebagai bentuk dukungan Pertamina Patra Niaga terhadap program BBM berkeadilan pemerintah,” pungkas Alfian. [dp/MTH]