Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Raih 5 Juta Unit Tahun ini

AISI memprediksi penjualan motor baru domestik tahun ini mencapai 5,1 juta sampai 5,4 juta unit.

DAPURPACU – Setelah sempat lesu selama pandemi Covid-19 sejak awal 2020, geliat industri otomotif kembali mendapatkan angin segar, termasuk di segmen sepeda motor.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala. Menurutnya, AISI memprediksi pertumbuhan permintaan motor baru di pasar domestik akan meningkat menjadi 5,1 juta sampai 5,4 juta unit.

“Potensi peningkatan penjualan (motor) tahun depan dapat dilihat dari realisasi penjualan hingga September tahun ini yang sudah mencapai 3.761.407 unit, atau tumbuh hampir 31% dibandingkan periode Januari-September 2020,” ujarnya.

Sigit menyebutkan, kemampuan pemerintah mengendalikan pandemi dan dampaknya menjadi salah satu faktor penting yang mendorong membaiknya pasar sepeda motor domestik, mengiringi laju pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Sigit mengakui, kendati sempat terjadi penurunan penjualan saat gelombang kedua pandemi meninggi pada Juli dan Agustus lalu, namun sejalan dengan terkendalinya Covid-19, pasar pun mulai membaik.

“Secara keseluruhan di tahun ini, kami perkirakan pasar motor akan mencapai 5 juta unit. Sebelumnya kami prediksi 4,3 juta-4,6 juta unit,” paparnya, melalui keterangan resmi dikutip Dapurpacu.id, Senin.

“Kami harapkan tren positif ini berlanjut tahun depan yang kami prediksi akan tumbuh 2%-8%, atau 5,1 juta-5,4 juta unit. Ini akan memberikan multiplier effect positif buat industri terkait,” sambungnya.

Berdasarkan kenyataan di lapangan, Sigit memprediksi pasar kian membaik seiring mobilitas masyarakat yang makin meninggi, dampak dari vaksinasi yang makin meluas.

Ia menambahkan, kondisi ini diharapkan menjadi daya dorong untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, sehingga berdampak positif ke daya beli masyarakat.

Adanya vaksinasi secara menyeluruh di Indonesia membuat masyarakat percaya diri untuk mobilitas kembali.

”Tahun depan kami tetap memiliki tantangan, terutama untuk mengelola dampak kenaikan PPN 11% yang berpotensi menaikkan harga jual,” ujarnya.

AISI pun memperkirakan tren kenaikan positif di pasar domestik ini juga akan terjadi di pasar ekspor produsen sepeda motor anggota AISI, yang diprediksi naik 15%-20% dibandingkan tahun ini.

Selain membaiknya ekonomi di negara tujuan ekspor, sepeda motor produksi anak bangsa yang semakin kompetitif menjadi faktor penting dalam mendongkrak permintaan pasar ekspor.

”Kami harap ekspor tahun ini bisa menyamai angka ekspor 2019, yaitu di angka sekitar 800.000 unit. Tentu ini akan memperkuat kontribusi industri sepeda motor ke devisa Negara,” tutup Sigit. [dp/DF]

Previous articleSabar! Harga New Xpander dan New Xpander Cross Diumumkan di GIIAS 2021
Next articleBegini Dealer Resmi Sementara Jaguar Land Rover di Indonesia