Bus Hino R260 Berbalut Avante H7 AB Punya Tampilan Mengesankan, Longok Spesifikasinya | dapurpacu.id

Bus Hino R260 Berbalut Avante H7 AB Punya Tampilan Mengesankan, Longok Spesifikasinya

Hino Bus R260 Bodi Terbaru Aluminium dari Tentrem di Booth GIIAS 2021

DAPURPACU – Salah satu ikon dan paling banyak dikerubungi oleh pengunjung pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 adalah booth Hino.

Bukan tanpa alasan, pada GIIAS tahun ini Booth Hino yang berada di Hall 7E, ICE, BSD City, Tangerang ini, Hino membawa satu unit bus yang juga menjadi satu-satunya bus yang hadir pada pameran otomotif tahunan tersebut.

Yup, bus ini adalah bus terbaru PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) berkolaborasi dengan Karoseri Tentrem asal Malang, Jawa Timur.

Mereka merilis bodi bus generasi terbaru, yakni Avante H7 AB yang menawarkan desain ergonomis dan aerodinamis.

Bus garapan Tentrem ini dibanderol sekitar Rp 1,7 miliar sampai Rp 1,8 miliar. Namun harga tentatif sesuai kebutuhan konsumen.

Melihat tampilan luarnya, bodi Avante H7 AB ini masih menganut kaca depan model double glass, dan tampak ‘jenong, dipasangkan lekukan sedikit melancip pada desain headlamp-nya.

Nama embel-embel AB sendiri yaitu Aluminium Body yang memiliki lekuk bodi menawan dipadukan tampilan bus yang modern dan eksklusif.

Bodi aluminium ini memiliki elebihan lebih ringan dari bus pada umumnya, bahkan bisa mengurangi bobot hingga 500 kilogram.

“Selain itu, juga membuat bus lebih hemat bahan bakar dan hemat dalam pemakaian ban,” ujar Branch Manager Tentrem, Anton Hastadi, saat ditemui di booth Hino GIIAS 2021, baru-baru ini.

Baca juga:  Hino Apresiasi Dua Pelanggan Pengguna Hino Connect

Anton menyebut, penggunaan bodi aluminum ini juga membantu kebijakan pemerintah yang menargetkan kendaraan Zero Over Dimension dan Over Loading (ODOL) di jalan.

“Bus ini merupakan rancangan dan inovasi terbaru kami yang menggunakan bodi aluminium. Soal keamanan, bus ini sudah dilakukan serangkaian tes,” tukasnya.

“Avante H7 AB memiliki pusat gravitasi yang rendah atau Lowest Center of Gravity, karena telah diuji Proven Roll Over Test UN ECE R66, yang merupakan uji guling lewat program di komputer ,” sambungnya.

Anton menjelaskan, bahwa pengujian ini untuk mengevaluasi efek pada keseimbangan kendaraan di kondisi tabrakan atau gerakan melengkung tiba-tiba yang dihasilkan karena pusat gravitasinya yang tinggi atau kendaraan membawa beban terlalu berat.

Bus ini, lanjutnya, juga sangat nyaman dikendarai serta aman secara electrical load safety dan tentunya bodi tahan terhadap karat serta korosi yang bisa merusak bodi dan menggangu penampilan.

Fitur utama pada bus ini yang paling menarik adalah kamera mirroring 360 yang disematkan pada spion, di sisi tengah dan belakang bus ini.

Selesai mengulas eksterior, sekarang beralih ke dalam kabin Bus Hino R260, yang memiliki konfigurasi desain tempat duduk kombinasi untuk keluarga dan VVIP.

Baca juga:  Bus BTS, Upaya Hino Revitalisasi Angkutan Transportasi Massal

Di sisi kabin bagian depan menyematkan bangku dengan konfigurasi 1-1-1 berjumlah 6 seat, sementara pada bagian tengah terpasang bangku panjang layaknya sofa dipadukan bangku captain seat 2 unit serta meja untuk makan. Lalu, di bagian belakang bangku standar bus pada umumnya.

Soal kehigienisan, bus ini dilengkapi dengan Air Purifier Cabin System yang membuat kualitas udara menjadi lebih baik, serta mengurangi jumlah virus dan bakteri di udara, terutama saat ini masih di masa pandemi.

Penjelasan mesin Hino Bus di Talkshow Hino Bus Tes Transjawa dan Oli Hino di Booth GIIAS 2021 bersama FORWOT.

Menurut Chief Operating Officer Director PT HMSI, Santiko Wardoyo, Hino R260 ini merupakan sasis bus terlaris di pasar otomotif nasional, karena sangat sesuai dan banyak diandalkan oleh sejumlah Perusahaan Otobus (PO).

“Bus Hino ini paling laku terjual, karena memang terkenal sangat tangguh dan efisien dalam melayani transportasi antar kota antar provinsi, bus pariwisata, hingga bus antar jemput karyawan,” tangkasnya.

Di sisi lain, Aftersales Director PT HMSI, Irwan Supriyono menambahkan, alasan bus menjadi terlaris di pasaran karena memiliki teknologi oil gallery.

“Oil Gallery adalah teknologi pelubangan pelumas pada piston yang bekerja untuk mendinginkan mesin, sehingga lebih efisien,” ujarnya.

“Dengan desain piston yang dilengkapi dengan oil gallery, 50% panas yang dihasilkan dari piston akan ditransfer ke minyak pelumas atau oli,” paparnya.

Baca juga:  Songsong Euro4, Hino Andalkan Mesin Commonrail Baru J08E, Begini Dalemannya

Hal ini membuat mesin bus tetap stabil dan terjaga suhunya, walaupun melintasi jalur tol yang panjang seperti Trans Jawa atau Trans Sumatra dengan pemakaian oli yang lebih kecil.

“Bus Hino memiliki perawatan yang mudah dan lebih hemat operasional bagi perusahaan otobus. Karena bus Hino juga punya kapasitas oli lebih kecil, sehingga pengeluaran untuk penggantian pelumas mesin secara berkala lebih hemat,” terang Irwan.

Untuk bagian peredam kejut, bus R260 hasil kerjasama dengan Karoseri Tentrem ini menggunakan suspensi depan tipe Rigid Axle dengan Pegas Daun Semi Elliptic dan Rigid Axle dengan Pegas Daun Tapper di bagian belakang.

Di bagian sasis didesain kompak agar menghasilkan kelincahan dan stabilitas yang tinggi. Kontruksi ini juga memungkinan ruang bagasi lebih lapang. Secara total, bus ini punya berat sampai 14.200 kilogram.

Bicara jantung pacu, Hino Bus R260 ini menggendong mesin 4-silinder 7.684 cc, turbocharger, intercooler dengan tipe J08E-UF yang mampu mengeluarkan tenaga sebesar 256 dk di putaran 2.500 rpm dengan torsi 745 Nm di putaran 1.500 rpm. Output tersebut disalurkan lewat transmisi 6-percepatan. [dp/DF]