DAPURPACU – Royal Enfield Indonesia berkolaborasi membuat video dokumenter dengan judul ‘Mendokumentasikan Generasi Terakhir Pengrajin Tusuk Konde dengan Teknik Patri Tiup’.
Pembuatan video teknik Patri Tiup yang digarap oleh Bonfilio Yosafat, pendiri Nusantara Documentary ini sebagai upaya untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
Sementara bagi Royal Enfield merupakan bagian dari inisiatif global perusahaan, #LeaveEveryPlaceBetter, yang telah menjadi katalisator diantara komunitas Royal Enfield di berbagai belahan dunia.
Vimal Sumbly, Business Head for APAC Markets Royal Enfield mengatakan, perusahaan berkomitmen melindungi dan melestarikan aset alam dan lingkungan hidup melalui komunitas.
“Kami mendorong komunitas dan pengendara lainnya untuk memberikan manfaat sosio-ekonomi ke masyarakat setempat di tujuan perjalanan yang lingkungan hidupnya rentan,” tambahnya.

Vimal menuturkan, dalam video itu didokumentasikan mengenai pembuatan tusuk konde Jawa yang ikonis dengan teknik Patri Tiup yang hampir hilang.
“Dapat dikatakan ini langkah ini merupakan penegasan ulang dari Royal Enfield mengenai pelestarian warisan budaya dan otentisitas, sembari mempromosikan misi sosial kami,” papar Vimal.
“Kolaborasi kami dengan Nusantara Documentary ini menjadi langkah kecil dengan harapan besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengarsipkan secara visual warisan budaya Indonesia yang sungguh tak ternilai ini.”
Dalam proses pembuatannya, Bonfilio mengendarai Royal Enfield 500 menuju kediaman Pak Bardian di wilayah Kotagede, Yogyakarta, dengan misi utama mengarsipkan warisan budaya Indonesia yang mungkin suatu waktu tidak akan ada yang melanjutkan lagi.
Dia menuturkan, mengetahui kisah Patri Tiup dan Pak Bardian, dirinya mengajak Royal Enfield untuk membantu melestarikan warisan budaya ini dengan video dokumenter.
Di sisi lain, dia mengakui bahwa Kotagede memiliki sejarah luar biasa. Video ini juga memvisualkan seluruh perjalanannya menunggangi RE Classic 500 mulai dari Seturan, Depok Sleman Yogyakarta ke Jembatan Janti.

“Saya melewati jalanan besar dan kecil, menikmati pemandangan budaya yang indah sepanjang jalan, serta membiarkan diri saya menyatu dengan jalanan,” imbuhnya.
“Saya berterima kasih kepada Royal Enfield atas kontribusi mereka membantu proses pembuatan video dokumenter untuk warisan tradisional Indonesia ini.”
“Sekaligus membantu menceritakan ke masyarakat luas kisah Patri Tiup dan Pak Bardian, generasi terakhir yang mendedikasikan hidupnya melestarikan warisan budaya yang indah ini,” tandasnya.
Sebagai informasi, kampanye #LeaveEveryPlaceBetter bertujuan mempromosikan budaya berkendara secara bertanggung jawab kepada komunitas Royal Enfield di seluruh dunia.
Caranya, menghindari penggunaan botol plastik sekali pakai dan tidak meninggalkan sampah selama di perjalanan, telah menjadi tren baru sebagai hasil dari kampanye sosial tersebut.
“Bersama kita bisa membantu menyebarkan kisah ini dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya ini,” tutup Vimal. [dp/MTH]

