Ini Komponen Tambahan di Unit Hino Euro4 | dapurpacu.id

Ini Komponen Tambahan di Unit Hino Euro4


DAPURPACU – Ada beberapa komponen tambahan yang diimplementasikan pada unit baru oleh PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), dalam rangka memenuhi standarisasi Euro 4.

Penambahan tersebut dimulai dari sistem bahan bakarnya, dimana Hino membangun mekanisme tiga kali penyaringan bahan bakar dengan 1 pre-fuel filter dan 2 main filter.

Penyaringan ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kebersihan bahan bakar, sehingga proses pembakaran lebih sempurna dan performa mesin lebih tahan lama.

Sementara, pada Supply Pump akan mendukung bahan bakar ke sistem Common Rail, untuk dinaikkan tekanannya hingga 180-200 Mpa.

Menurut Seno Wirdiyawantoro, Head of Product Planning HMSI, tekanan tinggi bahan bakar dari injektor ini akan memaksimalkan proses penyalaan bahan bakar.

“Hino juga telah menyiapkan injector yang telah dirancang memiliki ketahanan aus karena tingginya tekanan bahan bakar,” jelas Seno, dalam siaran resminya, Selasa (28/12).

Dijelaskan Seno, penerapan full Diamond Like Coating (DLC) sejak mesin Euro2 common rail yang lalu, akan tetap diterapkan pada G4S series injector di mesin Euro4.

Baca juga:  Jelang Standar Euro4, UD Trucks Siapkan Kendaraan Berteknologi SCR

“Dimana pada G4S series injector Euro4 ini juga memiliki sistem valve baru yang mampu menghilangkan static dan dynamic leak, sehingga konsumsi bahan bakar akan lebih baik,” tambah Seno.

Lalu, tambah Seno, pada sistem katup disematkan Variable Nozzle Turbocharger (VNT) yang melakukan pengaturan sudut bilah turbin secara otomatis, sehingga mampu menghasilkan kompresi udara lebih banyak ke intake manifold tanpa harus menaikkan rpm engine.

“VNT ini akan dipadukan dengan kinerja intercooler, berfungsi menjaga kepadatan molekul udara yang masuk ke intake manifold, sehingga energi yang dihasilkan dari mekanisme pembakaran akan tetap maksimal,” paparnya.

“Kerja VNT ini didukung pula oleh perubahan bentuk pada pre-cleaner untuk dapat menyaring dan menyalurkan udara lebih banyak ke mesin,” sambung Seno.

Hino juga telah menyiapkan sistem kendali emisi di produk Euro4, diantaranya Exhaust Gas Recirculation (EGR) system untuk menurunkan kadar Nox pada gas buang yang dikenal sangat berbahaya dan dapat mengganggu sistem pernapasan.

Baca juga:  Jelang Standar Euro4, UD Trucks Siapkan Kendaraan Berteknologi SCR

Emisi gas buang berbahaya lainnya akan dikendalikan oleh Diesel Oxidation Catalyst (DOC), yang berfungsi mengurai substansi karbon menjadi CO2 dan HC menjadi H2O+CO2, sehingga kadarnya dalam gas buang dapat disesuaikan dengan ambang batas yang disyaratkan untuk Euro4.

EGR dan DOC ini disematkan pada engine Hino N04C dan J08E. Sementara mesin P11 memiliki Selective Catalytic Reduction (SCR) yang disematkan sekaligus untuk menurunkan kadar Nox, HC dan CO pada gas buang.

Satu lagi, pada produk Hino Euro4 nanti adalah sistem pengontrol yang seluruhnya terintegrasi dalam ECU, dimana ECU generasi ke-4 Hino ini telah mengintegrasikan ECU dan EDU.

“Dengan begitu dapat mensinkronisasi seluruh sistem kendali pada kendaraan akan lebih baik dan akurat,” pungkas Seno. [dp/DF]