DAPURPACU – Libur akhir tahun sudah habis dan waktunya kembali ke rutinitas. Kendaraan yang digunakan bepergian ke suatu tempat saatnya kembali diperhatikan kembali.
Hal ini wajib dilakukan agar kendaraan kembali ke kondisi prima saat digunakan beraktivitas kembali. Anda bisa mengeceknya secara mandiri di rumah, atau bisa membawa ke bengkel resmi.
Menghabiskan masa libur di penghujung tahun menjadi momen terindah bagi dengan bepergian ke ke berbagai tempat yang menyenangkan bersama dengan orang-orang tersayang.
Kembali ke momentum tersebut, tentu banyak ‘ritual’ wajib dilakukan pemilik kendaraan, sampai dengan cara berkendara mereka di jalan yang harus dipatuhi.
Menurut PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, selain melakukan pemeriksaan sendiri, konsumen bisa datang ke bengkel resmi untuk memeriksakan kondisi mobil.

“Di bengkel resmi DFSK yang tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia, para mekanik kami yang sudah terlatih dan tersertifikasi akan memeriksa kondisi kendaraan konsumen,” ujarnya.
Berikut panduan dalam perawatan kendaraan yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan di rumah:
1. Mengecek Kondisi Oli Mesin
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan pengecekan oli mesin. Pemilik kendaraan bisa mengeceknya melalui dipstick oli yang ada di ruang mesin kendaraan.
Bila oli mesin tidak mencapai batas minimal di dipstick oli, bisa menambahkan dengan oli yang sama. Selain itu, bisa di cek juga di bagian kolong mesin, apakah ada kebocoran atau tidak.
2. Memastikan Tekanan Angin Ban
Tekanan angin pada ban harus sesuai dengan standar pabrikan. Jangan sampai tekanan angin di ban kekurangan ataupun kelebihan. Anda bisa melihat ukuran standar tekanan angin melalui stiker yang ada di dalam pintu mobil pengemudi.

“Di beberapa kendaraan seperti Glory i-Auto sudah terdapat fitur TPM (tire pressure monitor) untuk memudahkan pengecekan tekanan angin pada ban,” jelas Rofiqi.
3. Memeriksakan Cairan-cairan di Kendaraan
Cairan-cairan pada mobil juga menjadi penentu kenyamanan berkendara secara optimal. Jadi, jangan lupa untuk memeriksa cairan radiator, minyak rem, dan air wiper.
Apabila sudah berkurang, pemilik kendaraan bisa menambahkan cairan-cairan tersebut yang sesuai dengan spesifikasinya.
4. Membersihkan Kabin
Salah satu unsur kenyamanan berkendara adalah kabin yang harus dijaga kebersihannya. Jangan sampai banyak sisa makanan berserakan karena bisa mengundang hewan untuk datang, seperti semut, kecoa, atau bahkan tikus.
Aman Berkendara di Jalan
Selain persiapan kendaraan, jangan lupakan juga untuk menerapkan prinsip safety driving alias tata cara berkendara yang aman dan nyaman selama di perjalanan.
Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pengemudi untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah dengab mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Batasi kecepatan mobil saat melaju di jalan tol, selain tentunya di jalan raya pada umumnya. Biasanya jalan tol memiliki batas kecepatan maksimal di 80-100 km/jam.
Semakin tinggi kecepatan kendaraan maka akan semakin tinggi juga percepatan mobil, sehingga mobil akan semakin sulit untuk dikendalikan.
Jaga jarak antar kendaraan perlu diperhatikan agar pengemudi bisa mengantisipasi beragam kejadian yang ada di depan, termasuk kecelakaan beruntun.
Pengemudi sebaiknya menjaga jarak antar kendaraan di jalan tol sekitar 5 detik. Apabila ingin berhenti di belakang kendaraan lain, pastikan memberikan jarak yang cukup agar kendaraan Anda bisa bermanuver saat dibutuhkan.
Usahakan untuk beristirahat setiap 2-3 jam saat melakukan perjalanan jarak jauh, dengan rentang waktu sekitar 15-30 menit untuk memulihkan lagi kondisi tubuh.
Dengan melakukan istirahat sesaat mampu mengusir rasa kantuk atau bahkan bosan, sekaligus menghindari kecelakaan karena kelelahan saat mengemudi. [dp/MTH]


