New Peugeot E-Expert Hidrogen, Inovasi Kendaraan Niaga Pertama di Dunia

DAPURPACU – Penantian panjang akhirnya selesai, model pertama Peugeot bermesin hidrogen di segmen kendaraan komersial, yakni e-Expert Hidrogen masuk jalur produksi di akhir 2021 lalu.

Bagi Peugeot ini merupakan momen sejarah, setelah sebelumnya model e-Expert bertenaga baterai dirilis pada 2020. Dan untuk model baru ini rancang bangunnya berbasiskan pada varian bertenaga baterai.

CEO Peugeot, Linda Jackson mengatakan, hadirnya e-EXPERT Hidrogen, Peugeot diklaim telah memimpin dalam teknologi 0 emisi untuk kendaraan komersial ramah lingkungan di masa depan.

Menurutnya, teknologi listrik hidrogen memungkinkan penggunaan sehari-hari yang intensif tanpa kebutuhan untuk pengisian ulang.

Keuntungan yang menentukan bagi para pelaku bisnis dalam satu hari harus menempuh ratusan kilometer di jalan raya dan juga memasuki daerah perkotaan yang dibatasi emisi.

“Teknologi hidrogen yang dikembangkan oleh Stellantis dan diimplementasikan pada Peugeot e-Expert Hydrogen memungkinkan penggunaan seperti itu,” tambahnya.

Baca juga:  Dua Produk Peugeot Terlaris di Eropa, New 2008 Masuk Top 5

Dapat dikatakan e-Expert Hydrogen menjadi simbol terbaru dari strategi ‘Extended power of choice’ Peugeot. Sehingga memungkinkan pelanggan untuk memilih dari berbagai mesin yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Hadirnya model versi mesin listrik berbahan bakar hidrogen menunjukkan progresif elektrifikasi Peugeot Expert. Sebagai informasi, model ini pertama kali diproduksi di Hordain, Perancis, kemudian dibangun di Jerman di Rüsselsheim.

Peugeot e-Expert Hydrogen berinovasi dengan sistem “listrik sel bahan bakar hidrogen plug-in bertenaga sedang” khusus untuk Stellantis, yang terdiri dari:
– Sel bahan bakar yang menghasilkan listrik yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan hidrogen di dalam tangki
– Baterai isi ulang lithium-ion tegangan tinggi dengan kapasitas 10,5 kWh, yang dapat diisi ulang dari jaringan listrik dan yang juga memberi daya pada mesin listrik dalam fase mengemudi tertentu.

Sementara New Peugeot e-Expert Hidrogen dibedakan oleh:
– Kemampuannya untuk menempuh semua jarak tanpa emisi CO2,
– Kemampuannya untuk mengisi hidrogen dalam 3 menit selama lebih dari 400 km dalam siklus homologasi WLTP (di bawah homologasi),
– Soket pengisi daya untuk baterai tegangan tinggi,
– Tersedia 2 panjang (Standar dan Panjang) dengan karakteristik volume pemuatan yang sama dengan versi diesel dan baterai elektrik,
– Volume beban hingga 6.1m³,
– Muatan hingga 1.000 kg,
– Kapasitas penarik hingga 1.000 kg,
– Kemampuan beradaptasinya untuk semua kondisi jalan raya dan jalan tol, dengan kecepatan maksimum 130 km/jam. [dp/MTH]