Jangan ‘Asal’ Memodifikasi Sepeda Motor, Begini Akibatnya

DAPURPACU – Urusan modifikasi kendaraan memang kembali ke selera masing-masing. Terlebih pada sepeda motor, dimana modifikasi yang dilakukan pemilik jelas terlihat oleh mata.

Kadang, modifikasi tersebut kerap dijadikan acuan bagi yang lainnya. Diyakini, modifikasi yang dilakukan mereka sesuai kebutuhan dan fungsinya saat digunakan.

Dibalik itu, diyakini setiap pabrikan sepeda motor, termasuk Astra Honda Motor, telah memproduksi dengan melalui beragam tes sesuai standar kualitas yang dimiliki.

Dipastikan seluruhnya telah melalui proses yang ketat dan tidak sembarang. Tapi atas beragam alasan banyak konsumen yang lakukan modifikasi.

Tentunya kondisi tersebut dapat berdampak konsumen kehilangan hak klaim garansi ketika modifikasi, bahkan berujung malah sebabkan kerusakan khususnya dalam hal kelistrikan.

Memiliki sepeda motor bukanlah alat transportasi harian semata. Kini berkendara motor juga telah bergeser menjadi gaya hidup yang menegaskan karakter pemilik lewat media sepeda motor yang ditungganginya.

Baca juga:  Bamsoet: OLX Autos IMX 2022 Jadi Kebangkitan Industri Modifikasi dan Aftermarket

Itulah sebabnya, memodifikasi kini menjadi hal wajib yang dilakukan sebagai bagian dari aktualisasi diri sekaligus mengeluarkan ‘aura’ sepeda motor demi gambarkan pengendaranya.

Head of Technical Department, Evi Haryadi mengakui, modifikasi adalah hal wajib bagi pemilik sepeda motor. Namun dia meyarankan agar modifikasi itu tidak menghilangkan garansi.

“Karena modifikasi yang sebabkan kerusakan tidak bisa diklaim. Pada dasarnya semua produk yang dipasarkan telah melewati pengembangan terbaik,” jelasnya.

Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati memberikan garansi untuk setiap produk baru guna menjaga kualitas dan layanan terbaik bagi konsumen.

Namun jangan salah, beberapa modifikasi yang menyebabkan fungsi tidak normal akan menghanguskan garansi tersebut.

Lingkup Garansi

Hampir seluruh bagian seperti kelistrikan, rangka dan mesin sepeda motor baru Honda sudah dilengkapi garansi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pastikan konsumen tidak melakukan penggantian berbagai komponen kelistrikan dan mesin yang tentunya dapat menghilangkan beberapa garansi tersebut.

Baca juga:  IEMS 2022 Jadi Pembuktian Honda Unjuk Kendaraan Listrik

Contoh hilangnya garansi kelistrikan adalah mengganti remote dengan produk after market, memotong kabel atau menambahkan beberapa komponen yang tidak sesuai standar pabrikan.

Sedangkan pada bagian mesin yaitu penggunaan oli selain yang sudah direkomendasikan atau melakukan paket bore up after market dengan tujuan menambah performanya.

Adapun garansi atau klaim umum yang diberikan Astra Honda Motor meliputi bagian kelistrikan adalah satu tahun atau 10.000 km, bagian mesin tiga tahun atau 30.000 km.

Terdapat juga garansi komponen PGM-FI lima tahun atau 50.000 KM. Jika telah melampaui batas waktu atau jarak tempuh tersebut, dipastikan klaim garansi telah hangus.

Oleh karena itu, Evi mengimbau kepada para pemilik sepeda motor Honda untuk melakukan perbaikan dan perawatan hanya di jaringan resmi AHASS Jakarta Tangerang.

“Seluruh peralatan, suku cadang hingga mekanik dipastikan sesuai standar Honda. Selain itu pekerjaan yang dilakukan juga mendapatkan garansi,” pungkasnya. [dp/MTH]