Test Drive Wuling Almaz Hybrid di Sirkuit Balap Formula E

DAPURPACU – Setelah menggelar peluncuran Almaz Hybrid, Wuling Motors memberikan sesi test drive untuk awak media. Istimewanya, lokasi pengetesan dilakukan di Jakarta International Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara.

Brand & Marketing Director Wuling Motors, Dian Asmahani memaparkan, Wuling secara khusus mengajak rekan media nasional untuk menjajal sensasi mengendarai Almaz Hybrid di lintasan yang telah disiapkan.

Sebagai informasi, lokasi pengetesan ini merupakan sirkuit balap Formula E yang kondisinya licin karena terbilang jarang digunakan untuk menggelar ajang balap.

Tim Dapurpacu bisa merasakan langsung Almaz Hybrid setelah diberikan penjelasan oleh tim Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) terkait sosialisasi keselamatan berkendara hingga akhirnya melalukan putaran orientasi lintasan dan terakhir benar-benar menguji performa mobil hybrid ini.

Di lintasan sepanjang 2,4 kilometer yang dibagi menjadi beberapa sektor, untuk menguji keunggulan dan inovasi pada Almaz Hybrid, seperti menjajal akselerasi di jalur lurus 600 meter.

Baca juga:  Baterai Mobil Listrik Wuling Bakal Dipasok oleh Gotion High-Tech

Kami juga berkesempatan mencoba kenyamanan berkendara dengan sistem hybrid, pengujian ADAS, zig-zag, serta free area di sektor terakhir.

Mobil produksi pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat ini, telah dibekali berbagai fitur keselamatan seperti Front and Side SRS Airbag, Electronic Stability Control, Traction Control System, pengereman ABS, EBD, BA, Tire Pressure Monitoring System, Hill Hold Control, hingga Auto Vehicle Holding.

Saat memulai, mobil dinyalakan dan langsung menggunakan EV Mode. Kemudian berjalan perlahan dengan kecepatan antara 30-40 km/jam dan sumber tenaga masih mengandalkan baterai.

Kemudian saat kondisi baterai minim, mobil ini masih bisa melaju mengandalkan tenaga dari mesin bensin (konvensional) saat mesin dinyalakan.

Barulah setelah masuk pada kecepatan 40 km/jam, mode berkendara Series Hybrid mulai aktif. Mode berkendara juga beralih secara otomatis ke mode Paralle Hybrid.

Kepraktisan berkendara ini membuat pengemudi lebih mudah karena tak perlu menekan tombol apapun untuk berpindah-pindah mode berkendara.

Baca juga:  Wuling Hadiahkan Air ev Bagi Pemenang Gebyar Traveloka

Wuling mengembangkan teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) untuk membagi daya secara cepat dan tanpa jeda, dengan pilihan tiga mode berkendara. Teknologi DHT ini membuat Almaz Hybrid mudah berganti secara otomatis.

Di lintasan, Wuling juga menyediakan rintangan zig-zag untuk membuktikan kelincahannya. Hasilnya, kami enteng saja memutar kemudi saat meliuk-liuk keluar masuk zig-zag.

Karakter berkendara seperti ini diklaim sangat cocok bagi Wuling Almaz untuk perkotaan yang sering bertemu lalu lintas stop and go.

Sedangkan pada lintasan lurus, Almaz Hybrid mampu berlari dari 0 sampai 100 km/h dengan catatan waktu 10 detik. Sebagai SUV, Almaz Hybrid termasuk menggiurkan karena memiliki tenaga yang cukup besar.

Apalagi mobil dengan harga Rp470 juta ini juga sudah dibekali gimmick teknologi canggih, seperti Wuling Indonesian Command (WIND) dan teknologi Wuling Remote Control App melalui Internet of Vehicle (IoV). [dp/IS]