Begini Cara Mengatasi Truk yang Gagal Menanjak

DAPURPACU – Banyak dampak merugikan dari penggunaan truk yang melebihi kapasitas angkutnya (Over Dimension Over Loading/ODOL), baik untuk kendaraan itu sendiri maupun pengendara lainnya.

Paling fatal, bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, seperti yang belum lama ini terjadi dan viral, dimana terdapat truk tidak kuat menanjak sampai akhirnya meluncur turun dan terperosok.

“Kecelakaan lalu lintas seperti kejadian tersebut sebetulnya bisa ditanggulangi atau tidak akan terjadi apabila faktor-faktor berikut ini terpenuhi,” tulis Isuzu dalam siaran resminya.

Pertama, pengemudi harus menyesuaikan jumlah muatan dengan kapasitas kendaraannya. Truk dengan muatan yang melebihi kapasitasnya dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan performa truk.

Kedua, setiap pengemudi harus menjaga putaran mesin dengan cara memperhatikan posisi gigi untuk tetap mencapai torsi yang sesuai, sehingga truk dapat melalui medan jalan tertentu.

Misalnya, pengemudi yang melalui tanjakan dengan posisi gigi 2 namun putaran mesin turun di angka 1000 rpm. Padahal torsi truk yang digunakan ada dikisaran rpm 1.200 – 2.200.

“Dalam kondisi ini pengemudi harus segera memindahkan posisi gigi ke posisi 1 supaya putaran mesin kembali lagi di kisaran 1.200 – 2.200 rpm.”

Di atas kertas, setiap truk memiliki torsi maksimum berbeda-beda, seperti torsi pada Isuzu Elf NLR yaitu 353 Nm pada putaran mesin 1.500 – 2.600 rpm.

Berbeda lagi dengan torsi puncak 402 Nm pada Isuzu Elf NMR yang sudah dapat dicapai direntang putaran mesin 1.400 – 2.600 rpm.

Untuk itu, ada baiknya setiap pengemudi mampu memahami sejauh mana spesifikasi dan kemampuan truk yang dikendarai sesuai dengan kondisi muatan dan jalan yang dilalui.

Ketiga, pengemudi juga harus memperhatikan medan jalan yang sedang dilalui. Hal ini wajib dilakukan sebab setiap kondisi jalan yang dilalui akan berpengaruh pada putaran mesin.

Misal pada kondisi jalan menanjak, putaran mesin akan turun. Pemahaman akan medan jalan yang dilalui menjadikan pengemudi lebih waspada dan memiliki penguasaan yang baik terhadap performa truk yang sedang melaju.

Apabila muncul gejala truk mulai turun atau tidak kuat menanjak, maka sebaiknya pengemudi langsung mengoperasikan rem tangan. Namun jika truk terlanjur meluncur ke bawah, maka pengemudi harus memposisikan gigi mundur.

Keadaan ini dapat dikombinasikan juga dengan exhaust brake agar terjadi efek engine brake. Tentunya, sembari menginjak rem dan lakukan emergency brake dengan cara menarik dan melepas rem tangan beberapa kali. Ketika angin habis maka rem akan otomatis terkunci. [dp/TH]