DAPURPACU – Pabrikan kendaraan termasuk sepeda motor berupaya menghadirkan teknologi terkini untuk menciptakan tingkat keiritan bahan bakar yang dibutuhkan pengguna.
Teknologi ini lazim disematkan sebagai penunjang kinerja pada mesin di hampir setiap tipe. Hal ini tentunya seiring dengan terus melonjaknya harga BBM dari berbagai perusahaan.
Meski demikian ada beberapa faktor pendukung diraihnya tingkat keiritan BBM pada sepeda motor. Technical Service Department (TSD) dan Safety Riding Promotion (SRP) Wahana turut mengamininya.
Menurut tim TSD dan SRP dari main dealer motor Honda Jakarta dan Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati mengaku, selain produk banyak faktor lain yang juga berpengaruh pada jumlah keiritan konsumsi BBM.

Gaya Berkendara
Tim SRP dan Technical Analyst dari TSD Wahana membeberkan berbagai faktor yang erat pengaruhi jumlah konsumsi BBM. Adalah gaya berkendara dan kondisi internal sepeda motor yang ikut mendongkrak keiritan sebuah produk khususnya sepeda motor Honda.
Gaya berkendara, terbuai dengan kenyamanan dan tarikan khas motor tidak jarang membawa pengendara motor memuntir gas lebih dalam dan responsif.
Hal ini ternyata juga miliki pengaruh terhadap jumlah konsumsi BBM. Berikut ini beberapa gaya berkendara yang bikin boros BBM.
1. Melakukan putaran gas secara cepat dan dalam alias ‘dibetot’. Gaya ini membuat konsumsi BBM lebih boros terlebih tipe skutik. Sebaiknya lakukan tarikan gas secara perlahan dan konstan saat ingin mengejar top speed.
2. Untuk tipe sport dan cub (transmisi manual), rasakan dan dengarkan posisi transmisi, kecepatan dan bukaan gas. Posisi transmisi yang tidak sesuai dengan kondisi jalan dan putaran gas dapat membuang BBM percuma.
3. Pemilihan rute terbaik untuk mengurangi pemaksaan kinerja mesin seperti menanjak, di permukaan pasir, tanah atau air. Kondisi lingkungan ini pastinya memaksa mesin ‘melahap’ bensin yang ekstra.
4. Perhatikan beban maksimal yang sanggup ‘dilayani’ sepeda motor Anda.

“Sekilas tidak nampak memang, gaya berkendara, kondisi jalan, hingga skill berkendara berdampak terhadap konsumsi bahan bakar. Pahami dan berlaku bijaklah saat berkendara dengan beberapa hal tersebut,” jelas Wahyu Budhi, Instruktur TSD.
Kondisi Internal Motor
Tak hanya itu, selain gaya dan kondisi lingkungan berkendara, faktor internal lainnya juga miliki andil menentukan boros atau iritnya penggunaan BBM.
1. Pastikan tekanan angin dan kondisi ban sesuai spesifikasi pabrikan serta masih layak digunakan.
2. Rutin melakukan penggantian oli atau pembersihan beberapa part pembakaran, seperti busi, throttle body dan kabel pengapian busi wajib dijaga.
3. Cek kondisi bagian transmisi sebagai penyalur tenaga mesin ke putaran roda, yaitu CVT dan roller atau kanvas kopling.
4. Putaran mesin atau yang lazim disebut langsam atau idling perlu dirasakan dan didengar. Putaran mesin yang terlalu tinggi diatas batas normal memungkinkan ‘meminum’ BBM lebih banyak.
Analisa gaya berkendara Anda apakah sudah sesuai dengan tips di atas. Untuk kondisi internal motor, tak ada salahnya melakukan perawatan rutin di AHASS terdekat. [dp/TH]

