DAPURPACU – Tak bisa dipungkiri, momen lebaran menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mudik ke kampung halamannya. Mobilitas transportasi massal pun tak luput menjadi ‘sibuk’.
Khusus untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP), dipastikan akan terus bekerja mengantar masyarakat pada arus balik ini. Bahkan tidak sedikit juga tetap beroperasi mengantarkan penumpang ke kampung halaman pasca lebaran.
Jalanan yang akan dilewati oleh armada bus bisa dibilang memiliki kesulitan tersendiri, seperti adanya tanjakan atau turunan di beberapa titik sepanjang jalur mudik.
Oleh karena itu, kondisi bus yang prima sangat dibutuhkan dalam menghadapinya. Hal ini menjadi tanggung jawab para pemilik kendaraan niaga supaya menjaga performa kendaraan tetap prima.
Salah satunya adalah menjaga fungsi rem pada kendaraan niaga tetap berfungsi dengan baik dan melakukan Ramp Check, sebelum bus digunakan mengangkut penumpang.

Pentingnya Memperhatikan Sistem Pengereman
Data KNKT mencatat, sebanyak 90 persen kasus kecelakaan yang dialami baik bus maupun truk terjadi karena masalah pada sistem pengeremannya. Hal ini bisa diantisipasi sejak dini dengan melakukan perawatan rutin.
Seperti pengecekan rem yang merupakan aspek penting dalam berkendara. Tanpa adanya rem dalam kondisi prima, kendaraan akan kesulitan untuk menghentikan lajunya.
Saat pengendara menginjak pedal rem dan laju kendaraan tidak berhenti alias ‘rem blong’, dapat menyebabkan kecelakaan di jalan yang tentunya merugikan pengendara lainnya.
Kendaraan niaga adalah kendaraan berat, maka sistem rem yang digunakan umumnya adalah rem tromol dengan sistem udara tekan atau biasa disebut dengan rem angin.
Terdapat banyak faktor rem blong, seperti tekanan udara pada sistem rem habis, hingga kanvas rem sudah aus dan diameter dalam tromol yang sudah melebihi limit maksimum.
Selain itu, rem blong juga dapat terjadi karena adanya penyumbatan dan atau kebocoran pada selang angin pada sistem rem. Pemeriksaan rem wajib dilakukan setelah jarak tempuh mencapai 10.000 km.

Antisipasi Rem Blong
Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) sebagai APM merek Mercedes-Benz Bus menghadirkan “Lebaran Rescue 2023” yang terintegrasi dengan program pemerintah “Mudik Aman Berkesan” dari Kementerian Perhubungan.
Pada program yang masih berlangsung hingga 29 April ini, DCVI menyediakan 11 titik layanan sehingga apabila terjadi masalah dengan bus Mercedes-Benz di jalanan, sopir bisa memutuskan service-point terdekat untuk dituju.
Head of Product Management and Marketing DCVI, Faustina mengimbau agar bus yang akan digunakan sebagai transportasi mudik sebaiknya memiliki kondisi prima.
”Pemilik bus harus melakukan servis rutin, mulai dari pengecekan performa mesin, kekuatan rem, fungsi elektrikal dan fungsi lainnya,” jelas Faustina.
Dia pun menegaskan pentingnya pengetahuan dari pengemudi terhadap bus yang dikendarai, terutama dalam penggunaan rem, selain memiliki fitur rem utama (service brake).
Menurutnya terdapat juga rem tambahan yang bisa dipergunakan membantu mengurangi laju kendaraan, serta fitur-fitur lain guna menghindari atau meminimalisir terjadinya kecelakaan.

DCVI memberikan pelatihan kepada pengemudi untuk menambah pengetahuan mereka, seperti: pengenalan produk, pelatihan cara berkendara yang ekonomis, dan juga pelatihan cara berkendara yang aman.
“Kami selaku APM rutin melakukan pelatihan setiap unit baru dikirim atau jika ada pengemudi baru di perusahaan otobus,” tegas Faustina, dalam siaran resmi.
Setiap unit bus Mercedes-Benz dilengkapi antisipasi pencegahan kecelakaan rem blong dengan sistem pengereman full air brake empat sirkuit.
Terdapat juga rem tanpa keausan (engine brake) yang terdiri dari katup pembocor kompresi (constant throttle) dan katup rem gas buang (exhaust brake flap).
Khusus di beberapa model Bus Mercedes-benz dibekali Retarder dan juga teknologi pengereman yang terbaru yaitu sistem rem elektronik atau EBS (Electronic Brake System) yang sudah dilengkapi dengan sistem ABS (anti-lock Braking System) dan ASR (Anti Skid Regulation).
“Keselamatan pengemudi dan penumpang merupakan fokus utama DCVI untuk terus berinovasi dalam memajukan transportasi di Indonesia,” pungkas Faustina. [dp/TH]


