DAPURPACU – Berkendara menggunakan sepeda motor tidak bisa dianggap sepele. Dengan hanya mengandalkan kedua rodanya saja, berbagai pontesi bisa datang bila pengguna menyepelekannya.
Paling utama adalah seluruh kelengkapan pada sepeda motor, mulai dari spion, lampu-lampu, klakson sampai dengan perlengkapan yang dikenakan oleh penggunanya.
Tim Safety Riding Promotion (SRP) Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati mengakui, jika mengabaikan seluruh fitur di motor bisa saja berpotensi mengalami masalah di jalan.
Tim SRP Wahana membagi dalam dua kategori dari beberapa poin sepele tersebut, yaitu internal dan eksternal, pemicu kecelakaan yang sering terabaikan.
Spion
Tidak peduli jenis motor yang dimiliki, seluruhnya menggunakan spion demi keamanan dan kenyamanan berkendara. Jangan pernah melepas spion yang secara standar pabrikan wajib dipasang.
Memiliki fungsi utama memantau kondisi belakang, spion sangat membantu pengendara untuk mengambil sikap terhadap situasi lalu lintas atau kendaraan di belakang.

Fenomena lain terkait spion, demi kejar tampilan menarik tidak jarang pengendara mengganti spion standar dengan aksesoris. Sayangnya, penggantian spion afteramrket tidak semuanya sesuai dan nyaman untuk digunakan pada setiap motor.
Lampu (Fungsi dan Penggunaannya)
‘Sein kiri belok kanan’, jadi ungkapan salahnya penggunaan fitur ini oleh beberapa pengendara saat di jalan. Meski kecil, lampu berwarna dasar kuning jelas menandakan hati-hati atau waspada bagi pengendara lainnya.
Selain sein kiri dan kanan digunakan sesuai dengan tujuan manuver si pengendara, ada beberapa penggunaan untuk lainnya, yaitu sebagai fitur hazard.
Seperti pada Honda PCX160 dan ADV160, yang sudah menambahkan fitur tersebut sebagai kode universal untuk memberi informasi pengendara lain sebagai tanda bahaya atau waspada.
“Sein sangat vital, salah satu contoh. Sein efektif digunakan oleh pengemudi truk jalur Sumatera untuk membimbing kendaraan di belakangnya untuk menyalip,” tutur Head of SRP Wahana, Agus Sani.
“Nah, bagi penghobi turing khususnya jalur Andalas, perhatikan sein truk yang akan disalip. Sein kanan yang menyala menandakan kondisi di depan masih belum aman, sedangkan sein kiri menandakan pengendara aman untuk menyalip,” tambahnya.
Selain itu, lampu utama yang dilengkapi dengan lampu dim (lampu pass) wajib digunakan sebagai komunikasi antar pengendara di jalan. Pengendara arah berlawanan akan menekan dim untuk meminta jalan saat ingin menyalip.
Klakson
Mirip dengan sein, klason adalah alat komunikasi saat berkendara. Suara klakson menjadi penanda tentang keberadaan pengendara saat di jalan, agar dapat diketahui oleh kendaraan lain.

Tekanan Angin Ban
Tekanan angin adalah faktor internal lain yang berperan untuk kenyamanan dan keamanan berkendara. Tekanannya harus sesuai dengan standar pabrikan untuk tipe ban yang digunakan.
Dua hal yang akan dirasakan pengendara saat alami kurang atau kelebihan ukuran angin ban, yaitu menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih boros karena beban motor lebih berat saat berjalan.
Kekurangan tekanan angin juga berkonsekuensi terhadap keamanan, khususnya saat di tikungan yang banyak pasir dan bisa menyebabkan ban slip bahkan tergelincir.
Kelebihan tekanan angin mengakibatkan kenyamanan berkendara berkurang karena keras, dan pada jangka panjang akan mempengaruhi fungsi shockbreaker karena bekerja lebih keras meredam kontur jalanan.
Helm
Undang-undang lalu lintas menegaskan helm menjadi piranti utama saat berkendara motor di jalan. Fungsi helm sangat pribadi demi menyelamatkan organ vital bagian kepala saat terjadi kecelakaan.
Jaket, Celana Panjang, Sepatu
Bukan hanya meniingkatkan sisi fashionable pengendara, penggunaan jaket, celana panjang, sepatu bahkan sarung tangan menjadi sarana minimalisir dampak kecelakaan.

Itulah sebabnya, beberapa merek apparel berkendara dibanderol fantastis karena kemampuannya yang maksimal melindungi pengendara saat kecelakaan di jalan raya.
Faktor Eksternal
Sementara untuk faktor eksternal yang mungkin terdengar atau bahkan tak pernah terpikirkan, juga memiliki andil menjadi penyebab kecelakaan yaitu:
Emosi
Tak bisa dipungkiri, emosi menjadi faktor paling berpengaruh saat berkendara di jalan. Persoalan yang muncul di rumah maupun di pekerjaan bisa jadi pemicu hilangnya konsentrasi.
Untuk itu sangat disarankan untuk ‘menyimpan’ seluruhnya agar tetap fokus, meski diakui pemecah konsentrasi bisa juga muncul dari pengguna jalan lainnya.
Tingkat emosional sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku saat berkendara di jalan. Fokus dan tetap hormati pengguna jalan lain adalah kunci keselamatan berkendara.
Cuaca
Iklim tropis juga memiliki pengaruh pada keselamatan berkendara. Cuaca panas otomatis akan menghadirkan rasa lelah dan ketidaknyamanan pengendara. Termasuk di dalamnya dehidrasi.

Begitu juga saat hujan. Meski dingin, cuaca hujan miliki potensi kecelakaan yang cukup tinggi, mulai dari jarak pandang terbatas hingga kejutan lubang di jalan yang tertutup genangan air.
“Pilih secara bijak waktu saat berkendara motor khususnya untuk perjalanan jauh (turing). Faktor cuaca akan menentukan kualitas manuver pengendara,” tambah Agus.
Kemampuan Berkendara
Jangan paksakan tinggi badan yang kurang untuk mengendarai sepeda motor yang memiliki ketinggian yang tidak sesuai dengan postur tubuh Anda.
Fatal akibatnya jika memaksakan kemampuan atau kondisi fisik yang tidak sesuai untuk memilih berkendara dengan motor yang tinggi, atau miliki tenaga besar.
Pilihlah kendaraan yang tepat sesuai kemampuan dan mental Anda, terlebih jika sepeda motor yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
“Cari aman saja ketika memilih motor sebagai teman berkendara. Pemilihan yang pas akan hasilkan sensasi berkendara yang menyenangkan,” tutup Agus. [dp/TH]

