Jangan Asal Pilih Jas Hujan, Mahal Bukan Jaminan

DAPURPACUID – Beberapa hari belakangan ini, hujan terlihat tidak lagi mengguyur permukaan jalan di wilayah Jakarta dan Tangerang. Andai pun hujan, terjadi di malam hari.

Memang, hujan sudah mengguyur kedua wilayah tersebut sejak Desember lalu. Karena itu ada baiknya persiapkan selalu jas hujan sejak dari rumah, agar tetap beraktivitas dengan aman di jalan.

Untuk itu, wajib kiranya menentukan jas hujan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Disarankan untuk memilih model setelan atas bawah (two-piece) demi keamanan berkendara.

Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani mengakui hujan merupakan sebuah kondisi yang tidak menyenangkan khusus bagi para pengendara sepeda motor.

Berbagai kondisi, lanjut Sani, bisa saja terjadi saat kondisi tersebut terlebih kala guyuran hujan dengan intensitas yang tinggi di perjalanan.

“Hujan sering menghambat perjalanan dan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Kondisi jarak pandang minim, ban yang licin sampai dengan suhu udara menurun sehingga harus ekstra hati-hati,” tambahnya.

Baca juga:  Meriah! Komunitas Honda Win Jakarta Gelar Pesta 2 Dekade

“Kita tahu bahwa seringkali pengendara motor jika tidak berhati-hati bisa sebabkan kecelakaan ringan bahkan sampai merenggut korban jiwa,” ujarnya dalam siaran resmi.

Pada kondisi (hujan deras) tersebut, saran Sani, sebaiknya langsung mencari tempat yang aman untuk menggunakan jas hujan dan kemudian bisa melanjutkan perjalanan lagi.

Saat ini di pasaran banyak beredar jas hujan dengan berbagai model dan ukuran, yang dapat disesuaikan pada tubuh pemiliknya. Bahan dasar pun berbeda-beda, yaitu PVC, parasit dan lain sebagainya.

Bahkan, di mini market tersedia jas hujan ‘super’ ringan yang terbuat dari bahan plastik. Diimbau bagi pengendara motor untuk tetap memilih model two piece, ketimbang ponco yang rentan dengan bahaya.

Meski begitu tetap dianjurkan untuk mencari tempat berteduh yang aman jika hujan deras. Mari kita kupas kedua model jas hujan itu.

Jas hujan ponco sudah sangat familiar. Bentuknya seperti jubah dengan ciri khas pada bagian samping tidak tertutup dan ukurannya relatif besar, memungkinkan pengendara punya ruang gerak luas.

Baca juga:  Pemilik Motor Honda Kini Punya Asisten Virtual 24 Jam

Jenis yang satu ini kurang direkomendasikan, karena posisi badan tidak tertutup full dan saat tertiup angin jas hujan ponco yang biasanya berukuran besar membahayakan pengendara yang ada di belakang.

Tidak hanya itu saja, bahaya lain yang muncul jika jas hujan tersangkut dibagian gear atau rantai, kecelakaan fatal tentu saja bisa terjadi.

Kemudian untuk jas hujan two piece, yang terdiri dari atasan dan bawahan, layaknya pakaian pada umumnya. Jenis ini menutup seluruh bagian tubuh saat berkendara motor.

Biasanya jas hujan ini dilengkapi dengan garis scotlight yang bisa menyala saat gelap atau malam hari. Jadi, akan lebih mudah saat tersorot lampu dari pengendara di belakang ataupun lampu jalan.

Jenis jas hujan ini memang direkomendasikan untuk digunakan pengendara motor, karena bagian badan dan kaki terlindungi, tidak mengganggu ruang gerak saat berkendara.

Sani mengatakan, dalam pemilihan jas hujan yang banyak tersedia dan dijual dipasaran, jangan berpatokan hanya pada fashion atau harga dengan anggapan bakal sempurna melindungi dari hujan.

Baca juga:  Honda Vario 125 Street Jadi Bahan Belajar Siswa SMK Jakarta

“Pasti jas hujan setelan itu yang paling pas. Bagian badan tertutup sempurna kemudian terlindungi, cocok buat berkendara motor,” tutup Sani.

Tetap berhati-hati dalam berkendara dalam kondisi hujan, pastikan kendaraan motor dan fisik prima. Bila terjadi hujan lebat jangan lupa untuk menyalakan lampu jauh dan kurangi kecepatan. [dp/TH]

Previous articleDonald Rachmat Tampuk Jabatan Baru di MG Motor Indonesia
Next articleHarley-Davidson Model Terbaru Meluncur Dua Pekan Lagi