DAPURPACUID – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi meluncurkan Hyundai Jump School Batch 2, dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah civitas, Rabu (1/10) lalu.
Pada peluncuran yang digelar di Sheraton Grand Jakarta Hotel ini menandai babak baru kerja sama strategis antara Hyundai, Wahana Visi Indonesia, Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada batch kedua tersebut, Hyundai memperluas jangkauan program dengan melibatkan 100 mahasiswa dari UI dan ITB, yang nantinya menjadi mentor sukarelawan.
Kegiatan ini sendiri merupakan program pendidikan kolaboratif. Tujuannya membina generasi muda dan mengurangi kesenjangan sosial melalui sistem mentoring.
Para mentor ini akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran di 19 pusat pendidikan formal dan non-formal di Jabodetabek dan Bandung, dengan target 500 pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan.

President Director HMID, Ju Hun Lee mengatakan, perusahaan meningkatkan jumlah partisipan pada tahun ini dibandingkan 2024, hingga berjumlah 100 mahasiswa yang bergabung dalam Hyundai Jump School.
Lee menambahkan, mereka akan dibimbing oleh para profesional berpengalaman serta akan menjadi relawan di 19 pusat pembelajaran di seluruh Jabodetabek dan Bandung.
“Lebih dari sekadar program, Hyundai Jump School adalah janji kami memberdayakan generasi muda Indonesia, memperkuat komunitas dan berkontribusi membangun masa depan yang lebih cerah bagi bangsa,” imbuhnya.
Hyundai Jump School pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada medio September 2024, sebagai bagian dari inisiatif global Hyundai Motor Group.
Di batch pertama melibatkan lebih dari 230 pelajar dan 50 mahasiswa, serta memberikan beasiswa hingga kesempatan field trip ke Korea Selatan bagi peserta terbaik.

Berkolaborasi dengan UI dan Wahana Visi Indonesia, para mahasiswa relawan tersebut memberikan pengajaran kepada anak-anak di delapan pusat pembelajaran lokal.
Mulai dari Panti Asuhan Desa Putra, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Nurrisef, SMK Lagoa, SMP Lagoa, SMP N 143 Jakarta, SDI Nurul Yaqin, SDN Cipinang Muara 19, dan SDN Balimester 01.
Kolaborasi Multi-Pihak, Dorong Dampak Lebih Luas
Peluncuran Jump School Batch 2 turut dihadiri tokoh penting pemerintah, dunia pendidikan, serta sektor industri seperti Dr. Andi Rizaldi (Kemenperin), Prof. Agus Jatnika Effendi (ITB) dan Rosmalita (UI).
Termasuk Graha Christi Blegur dari Wahana Visi Indonesia, serta jajaran eksekutif Hyundai Motor Asia Pacific dan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.
Hyundai Jump School menerapkan model mentoring segitiga, menghubungkan pelajar dengan mahasiswa dan mentor profesional dari berbagai latar belakang.
Para profesional HMID dan Hyundai Motor Asia Pacific ambil bagian sebagai relawan mentor, memberikan mahasiswa pengalaman di dunia kerja dan pengembangan keterampilan lunak (soft skills).

Selain mengajar, mahasiswa juga mendapat beasiswa 1 juta KRW dan kesempatan eksklusif untuk mengenal langsung operasional Hyundai di Indonesia dan Korea Selatan.
Kementerian Perindustrian melalui Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, menilai program ini sebagai bukti sinergi yang kuat antara industri, akademisi dan masyarakat.
Menurutnya, inisiatif ini tak hanya memberi peluang berkembang, tapi secara langsung mendukung upaya pemerintah memperkuat SDM dan memajukan pendidikan inklusif bagi generasi muda.
Perluasan program Jump School juga menunjukkan dedikasi kuat mengurangi kesenjangan pendidikan dan membina pemimpin masa depan yang punya kesadaran sosial dan berorientasi pada masyarakat.
“Program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berkarakter dan peduli sosial,” tutur Diarta dalam siaran resminya.
Dengan komitmen dan partisipasi aktif berbagai pihak, Hyundai Jump School Batch 2 diyakini mampu memberi kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi generasi muda Indonesia. [dpid/TH]


