DAPURPACUID – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kembali mengajak puluhan media untuk menguji seluruh ubahan pada New Xforce dan New Xforce HEV.
Dengan rute yang terbilang serupa dengan batch pertama, redaksi Dapurpacuid berkesempatan bergabung untuk sesi pengujian berbeda dan lebih mendalam terkait fitur-fitur terkini pada varian HEV.
Termasuk melihat bagaimana SUV hybrid terbaru mereka mampu menjawab kebutuhan penggunaan sehari-hari. Perjalanan dimulai dari kantor pusat MMKSI di Pulomas, Jakarta Timur.
Di sini, saya memosisikan sebagai penumpang terlebih dulu dengan unit New Xforce menuju Grand Outlet Karawang, sebelum akhirnya menuntaskan berbagai pengujian di Meikarta Speedway.
Rute yang dipilih cukup lengkap. Mulai dari kepadatan lalu lintas ibu kota, jalan tol dengan kecepatan tinggi, hingga lintasan simulasi yang dirancang untuk menguji kemampuan kendaraan dalam berbagai kondisi.

Executive Vice President MMKSI, Maasaki Fujiwara mengaku, respons positif yang diterima pada sesi Media Test Drive pertama menjadi dorongan untuk terus melakukan penyempurnaan produk secara berkelanjutan.
“Kami berharap pengalaman langsung yang mereka rasakan dapat membantu masyarakat Indonesia lebih memahami nilai lebih serta pengalaman berkendara yang ditawarkan oleh New Xforce,” imbuhnya.
Disela pelepasan rombongan batch kedua, dia menyebut bangga berbagai peningkatan yang dihadirkan pada New Xforce, khususnya di beberapa sektor penting mendapatkan apresiasi positif dari awak media.
Mulai dari sistem suspensi yang telah disempurnakan, kenyamanan berkendara yang semakin baik, hingga pengalaman berkendara New Xforce HEV yang halus dan senyap.
Varian Reguler Tetap Mumpuni
Begitu tombol Start ditekan, kesan pertama langsung muncul. Tidak ada suara mesin yang mengganggu seperti pada mobil konvensional, meski tipe Xforce reguler jadi unit awal yang digunakan.

Memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek, kenyamanan kabin semakin terasa. Redaman suara dari luar cukup baik, membuat percakapan antarpenumpang tetap nyaman tanpa harus meninggikan volume suara.
Sayangnya, varian Ultimate yang dikendarai terbilang masih ada minusnya. Saat frameless panoramic roof terbuka, bising dari luar langsung mendera cukup keras.
Entah dikarenakan minusnya rangka sehingga sektor peredaman tidak dimaksimalkan di sana. Begitu aksesnya ditutup, alhasil suara bising dari luar tereduksi kembali dengan sempurna.
Penyempurnaan pada sektor suspensi juga memberi pengaruh besar. Saat melintasi sambungan beton maupun permukaan jalan yang kurang rata, bantingan terasa lebih lembut dibanding karakter Xforce generasi awal yang pernah kami coba beberapa waktu lalu.
Yang menarik, Mitsubishi juga menyediakan beberapa pilihan Drive Mode sehingga karakter mobil dapat disesuaikan dengan kondisi jalan maupun gaya mengemudi.
Setibanya di Meikarta, usai sebelumnya mampir di kawasan Grand Outlet Karawang, ada beberapa tantangan yang harus dilakukan seluruh peserta. Termasuk mengulas sisi fungsional kendaraan.

Salah satu tantangan yang diberikan adalah Baggage Challenge. Pada sesi ini kami diminta memanfaatkan ruang bagasi untuk membawa berbagai barang dengan ukuran berbeda.
Bagasi New Xforce HEV terasa lapang untuk ukuran SUV kompak. Bukaan pintu belakang juga lebar sehingga memudahkan saat memasukkan koper atau perlengkapan perjalanan.
Fitur Electric Tailgate menjadi nilai tambah. Pintu bagasi dapat dibuka maupun ditutup secara elektrik sehingga lebih praktis, terutama ketika kedua tangan sedang membawa barang.
Pengujian berlanjut melalui Narrow Road Challenge dan Parking Challenge. Di sinilah salah satu kelebihan New Xforce HEV mulai terasa. Radius putarnya cukup kecil sehingga mobil tetap mudah diajak berputar di area sempit.
Fitur Multi Around Monitor (MAM) lengkap dengan Moving Object Detection (MOD) juga sangat membantu saat parkir. Tampilan kamera dari berbagai sudut membuat posisi kendaraan lebih mudah dipantau.
Sementara sistem pendeteksi objek bergerak memberi rasa aman ketika ada kendaraan atau pejalan kaki melintas di sekitar mobil. Bagi pengemudi yang sering berkendara di area perkotaan dengan ruang parkir terbatas, fitur ini jelas memberikan keuntungan.

Layak Jadi Penantang Serius
Perjalanan dari Meikarta menuju kembali ke Pulomas memperlihatkan satu hal yang cukup jelas. Terlebih tim kami menggunakan varian HEV pada kondisi tersebut.
Mitsubishi tidak hanya menambahkan teknologi hybrid pada Xforce, tetapi juga melakukan penyempurnaan di banyak aspek yang langsung terasa saat digunakan.
Kabin lebih senyap, suspensi yang semakin nyaman, respons tenaga halus, serta dukungan beragam fitur keselamatan dan kemudahan berkendara membuat New Xforce HEV terasa lebih matang sebagai SUV harian.
Sayangnya, ‘alpa’-nya Mitsubishi pada komponen-komponen panoramic sunroof, membuat suara dari luar menerobos masuk ke kabin sedikit mengusik kenyamanan kami selama di perjalanan.
Awalnya ingin menikmati suasana pergantian ke malam hari dari kabin lewat perangkat tersebut, alhasil urung kami lakukan dikarenakan kendala di atas.

Meski demikian, bagi konsumen yang mulai melirik kendaraan elektrifikasi tanpa harus beralih ke mobil listrik murni, New Xforce HEV menawarkan kombinasi yang menarik.
Mobil ini tetap nyaman digunakan di tengah kemacetan kota, efisien saat perjalanan jauh, sekaligus mampu memberikan pengalaman berkendara menyenangkan saat diajak bermanuver.
Performa dari mesin 1.6L DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik, cukup lihai membaca kebutuhan pengemudi saat ingin melewati kendaraan di depan, tanpa efford besar sekalipun.
Konfigurasi yang dihasilkan yakni tenaga 114 hp dengan torsi motor 255 Nm, serta tenaga mesin sebesar 105 hp dan torsi mesin 134 Nm memberikan respons yang kuat sejak awal akselerasi.
Sekaligus menjaga karakter berkendara tetap halus dan efisien di berbagai kondisi. Karakter EV linear acceleration menjadi salah satu nilai utamanya.
Sebab, tenaga tersalur secara lebih natural dan mudah dikontrol, baik saat berkendara di dalam kota, melaju di jalan tol, maupun menghadapi jalan menanjak. [dpid/TH]


