DAPURPACUID – Salah satu upaya untuk mengembalikan performa sepeda motor layaknya baru keluar dari diler adalah dengan membongkar mesin untuk diperiksa dan diperbaiki.
Turun mesin alias overhaul lazim dilakukan bila kondisi maupun usia tunggangan usai penggunaan cukup lama alias motor lawas, atau mengalami masalah serius.
Namun pada intinya tujuan turun mesin adalah untuk mengganti komponen yang rusak atau aus, membersihkan ruang bakar dan komponen mesin lainnya dan mengatur ulang komponen mesin.
Adapun penyebab motor turun mesin bisa banyak faktor, paling sering adalah akibat terkena banjir, modifikasi mesin yang ekstrem atau penggunaan suku cadang tidak asli, serta lalai servis rutin.
Ciri-ciri motor turun mesin bisa banyak sebab, mulai dari keluar asap putih dari knalpot, sulit starter, mesin cepat panas, hilang tenaga dan mesin bersuara kasar.
Untuk sepeda motor yang baru turun mesin atau dilakukan pergantian komponen pada bagian dapur pacunya, harus melewati masa inreyen paling tidak satu bulan.

Langkah ini wajib dilakukan supaya komponen yang baru diganti melakukan penyesuaian atau adaptasi. Juga berguna untuk membersihkan mesin dari sisa-sisa gram (serpihan logam) pada komponen dimaksud.
Dan sedikitnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pemilik motor melakukan inreyen seperti dilansir dari laman Wahana Honda. Berikut langkah-langkahnya:
1. Jangan Ngebut
Motor tidak boleh dibawa ngebut atau digeber dulu. Kecepatan maksimal wajib 60 km/jam dengan perpindahan gigi setiap 4.000 rpm.
2. Istirahat Setiap Setengah Jam
Apabila melakukan perjalanan jauh dan macet, kendaraan perlu diistirahatkan setiap setengah jam sekali. Ini berlaku juga untuk pemakaian ketika berangkat kerja, bukan untuk pulang kampung.
3. Ganti Oli
Pada satu minggu pertama atau perjalanan sekitar 500 km, oli mesin wajib diganti dan cek ulang ke bengkel yang melakukan servis overhaul alias turun mesin.
Masa inreyen itu paling sedikit 250 km, paling lama 500 km. Tiap pabrikan motor besar punya rekomendasi sendiri-sendiri yang bisa dilihat di buku manual.

Saat odometer mencapai 250 km atau 500 km, oli harus segera diganti agar sisa-sisa partikel atau serpihan logam hasil gesekan antar komponen di mesin dapat larut dan terbuang bersama oli bawaan motor.
4. Pemakaian Normal
Selama masa inreyen sebaiknya pergunakan motor senormal mungkin dan lakukan pelan-pelan jika ingin meningkatkan kecepatan. Misal, motor baru 45 km odometernya.
Jika idealnya pakai motor dengan kecepatan dari 0 – 80 km/jam bisa dicapai dalam waktu 9-10 detik, kenaikan kecepatan sebaiknya dilakukan bertahap sehingga membutuhkan waktu 20-25 detik.
5. Hindari Memutar Gas Penuh
Sebisa mungkin hindari memutar gas terlalu penuh, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau mengerem secara mendadak. Sebab, bukan hanya bagian dalam mesin yang butuh adaptasi, juga bagian luar seperti pengereman dan ban yang butuh penyesuaian.
Untuk menjaga motor tetap nyaman dan aman, lakukan perawatan di bengkel terpercaya. Jadwalkan juga pengecekan dan perawatan secara rutin di bengkel AHASS, agar seluruh fitur dan komponennya, termasuk ban, tetap bekerja optimal.
Ada baiknya memanfaatkan pula layanan booking service dan layanan kunjung AHASS untuk kebebasan waktu dalam melakukan servis. [dpid/TH]

