DAPURPACUID – Kinerja mesin kendaraan terasa berat dan boros BBM? Jangan buru-buru curiga ke komponen lain, bisa jadi oli mesin kendaraan sudah melewati masa idealnya.
Oli mesin bukan sekadar pelumas, melainkan pelindung utama yang menjaga suhu, mengurangi gesekan, dan memastikan performa kendaraan tetap optimal saat di jalan.
Seiring waktu dan pemakaian kualitas oli akan menurun akibat oksidasi, penguapan, hingga kontaminasi sisa pembakaran. Jika dibiarkan terlalu lama, kemampuan oli dalam melindungi komponen mesin ikut menurun.
Dampaknya tak hanya soal performa, tapi juga potensi kerusakan mesin dalam jangka panjang. Karena itu, memahami waktu yang tepat mengganti oli jadi bagian penting dari perawatan kendaraan.
Untuk membantu pengendara lebih waspada, PT Pertamina Lubricants membagikan panduan mengenali tanda-tanda oli perlu diganti dan cara menjaga masa pakainya agar mesin tetap bekerja secara optimal.
Kenali Tanda Oli Perlu Diganti

Secara umum, penggantian oli mesin dilakukan setiap rentang jarak tempuh mencapai 2.000–3.000 km untuk sepeda motor, serta 5.000–15.000 km untuk mobil.
Tapi jarak tempuh ini bukan patokan mutlak karena dipengaruhi beberapa faktor, seperti jenis oli (mineral, semi-sintetik, full synthetic), spesifikasi mesin, kondisi jalan, hingga pola berkendara.
Senior Analyst PCO & Specialties Pertamina Lubricants, Mulianto menegaskan, rentang waktu penggantian oli mesin tidak hanya bergantung pada jarak tempuh.
“Namun juga pada kemampuan pelumas itu sendiri menghadapi beban mesin dan kondisi ekstrem, seperti debu serta kemacetan,” ujarnya pada keterangan tertulis, Jumat (23/1) lalu.
Ia menambahkan, oli mesin tipe full synthetic umumnya memiliki daya tahan lebih baik dibanding jenis mineral. Karena itu, pengendara disarankan memahami karakteristik pelumas yang digunakan agar jadwal penggantian bisa lebih tepat.
Selain jarak tempuh sebagai patokan penggantian oli mesin, berikut sejumlah indikator pelumas perlu segera diganti:

– Suara mesin terasa kasar
Seiring pemakaian, lapisan oli yang menipis membuat gesekan antar komponen logam pun meningkat, sehingga suaran mesin terdengar lebih bising atau bergetar.
– Tarikan kendaraan terasa berat
Oli yang sudah lama digunakan tidak lagi mengalir optimal. Akibatnya, pergerakan komponen internal apda mesin seperti piston dan katup menjadi kurang mulus.
Respons gas terasa lebih melambat, suhu mesin cepat naik, dan tenaga terasa berkurang, terutama saat menghadapi kondisi macet atau jalan menanjak.
– Suhu mesin cepat panas
Gesekan berlebih antar komponen menandakan kemampuan oli pada ruang mesin dalam menjaga temperaturnya mulai menurun.
– Konsumsi bahan bakar meningkat
Mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama, membuat proses pembakaran kurang efisien dan BBM menjadi lebih boros.
Untuk memudahkan pemantauan, pemilik kendaraan disarankan mencatat tanggal dan jarak tempuh setiap kali mengganti oli. Tujuannya agar lebih mudah memantau masa pakai oli.

Ganti Oli Tepat Waktu
Guna mendorong kebiasaan perawatan kendaraan yang lebih disiplin, Pertamina Lubricants menghadirkan promo cashbak oli bertajuk ‘Hari Gajian dan Promo Mudah Cuan’.
Kedua promo tersebut berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026, dan bisa dimanfaatkan di lebih dari 2.000 bengkel rekanan di seluruh Indonesia.
Konsumen yang mengganti oli minimal 0,8 liter untuk motor, 3,5 liter untuk mobil, atau 4 liter untuk kendaraan niaga berkesempatan mendapat e-voucher MyPertamina atau saldo e-wallet.
Promo Hari Gajian berlaku setiap awal bulan (1–7), sedangkan Promo Mudah Cuan hadir di akhir bulan (25–30). Konsumen bebas memilih program sesuai kebutuhan.
Lewat program ini, Pertamina Lubricants tak hanya memberi nilai tambah, tapi juga mengajak pemilik kendaraan lebih peduli perawatan dasar demi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara sehari-hari. [dpid/TH]

