DAPURPACUID – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyerahkan Fuso eCanter kepada PT Takari Kokoh Sejahtera sebagai bentuk dukungan terhadap logistik hijau di Tanah Air.
Melalui skema sewa fleksibel, unit truk listrik ini menjadi bagian dari strategi serius Mitsubishi Fuso guna mempercepat adopsi kendaraan niaga listrik di sektor logistik.
Di tengah tekanan efisiensi biaya dan tuntutan pengurangan emisi, kehadiran eCanter menjadi solusi konkret bagi pelaku usaha yang ingin beralih tanpa beban investasi besar di awal.
Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan baru ekosistem kendaraan listrik. Bukan hanya soal produk, tapi bagaimana teknologi ini bisa diakses lebih luas lewat skema pembiayaan yang adaptif.
Seremoni penyerahan Fuso eCanter kepada Takari Kokoh Sejahtera secara simbolis melibatkan PT DSV Contract Logistics, sebagai pengguna pertama dalam skema Operating Lease (OPL).
Dalam skema ini, Takari berperan sebagai penyedia layanan sewa operasional, memungkinkan perusahaan menggunakan truk listrik tanpa harus membeli unit secara langsung.
Model jasa OPL sendiri diyakini menjadi solusi bagi pelaku usaha yang ingin mencoba efisiensi kendaraan listrik, dengan risiko finansial lebih terkendali.
General Manager Sales KTB, Hironaga Tanaka mengatakan, kepercayaan terhadap eCanter menjadi sinyal positif bagi masa depan transportasi logistik berbasis listrik di Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya, Tanaka menegaskan bahwa langkah ini membuka akses lebih luas bagi industri untuk memanfaatkan teknologi ramah lingkungan.
“Penyerahan unit ini jadi langkah penting memastikan teknologi truk listrik kami dapat dijangkau lebih banyak pelaku industri melalui berbagai skema yang solutif,” imbuhnya.
Dari sisi penyedia layanan sewa kendaraan bagian dari Mitsubishi HC Capital Inc., pihak Takari pun memberi pandangan terkait peran mereka dalam ekosistem ini.
Vice President Director Takari Kokoh Sejahtera, Tadashi Sasaki pun menilai bahwa minat terhadap kendaraan niaga listrik terus meningkat, khususnya dari sektor logistik.
Menurutnya, skema OPL yang ditawarkan dirancang agar pelaku usaha dapat mengelola biaya operasional lebih efisien, sekaligus fleksibel dalam perencanaan bisnis.
“Sebagai mitra yang memfasilitasi skema Operating Lease, kami melihat minat yang sangat besar dari para pengusaha logistik terhadap eCanter,” papar Sasaki.
Takari menyediakan OPL dengan skema sewa bulanan maupun tahunan, memberi ruang bagi perusahaan untuk menguji langsung performa eCanter dalam operasional sehari-hari.
Dari sisi biaya, layanan OPL ditawarkan mulai Rp35 juta/bulan yang mencakup beragam layanan seperti dukungan operasional 24/7, bantuan darurat di jalan, perawatan berkala, perpanjangan STNK, asuransi All Risk, hingga unit pengganti.

Tak hanya itu, pihak perusahaan juga menyediakan opsi tambahan seperti pengemudi, fasilitas pengisian daya dan Emergency Mobile Charger, menjamin kelancaran bisnis konsumen.
Sebagai pengguna pertama, DSV Contract Logistics melihat eCanter sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi gas buang.
Perusahaan ini bergerak di bidang jasa logistik global dengan pengalaman luas di bidang Freight Forwarding, khususnya dalam menangani logistik ekspor dan impor di Indonesia.
Country Manager Road DSV Contract Logistics, Ajeng Nurul menyebut, penggunaan truk listrik ini sejalan target global perusahaan guna menurunkan emisi secara signifikan hingga mencapai net zero di masa depan.
Langkah ini, lanjut dia, tak hanya menambah jumlah armada, tapi juga meningkatkan standar logistik jalan di Indonesia melalui efisiensi biaya, pengurangan ketergantungan bahan bakar, dan operasional yang lebih andal.
“Hal ini sejalan komitmen global DSV untuk menurunkan emisi scope 1 & 2 sebesar 50 persen pada 2030 dan ditargetkan mencapai Net Zero pada 2050 mendatang,” paparnya.
Kolaborasi ini mempertegas posisi Mitsubishi Fuso sebagai pemain kunci dalam transformasi kendaraan niaga listrik di Indonesia.
Dengan dukungan ekosistem yang semakin matang, mulai dari produk hingga skema pembiayaan, adopsi logistik hijau kini bukan lagi sekadar wacana, tapi realita yang semakin dekat. [dpid/TH]

