Kustomfest 2018 Hadirkan Pesawat ‘Jadul’ Bermesin Harley Davidson

Lulut Wahyudi bakal memunculkan pesawat kustom pertama berbasiskan pesawat TNI AU RI-X WEL, pada Kustomfest 2018, JEC, 6-7 Oktober 2018.

JAKARTA (DP) – Kejutan unik bakal dihadirkan pada ajang Kustomfest 2018, yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, 6-7 Oktober nanti. ‘Pestanya’ para pecinta kustom kultur di Indonesia bakal melihat sesuatu yang berbeda di ajang yang telah memasuki kali ketujuh penyelenggaraannya tersebut.

Tidak hanya memunculkan berbagai modifikasi apik dari motor dan mobil saja, kali ini, Lulut Wahyudi, Director Kustomfest, bakal menghadirkan modifikasi dari pesawat bersejarah milik TNI AU ‘RI-X WEL’.

Pesawat ini menjadi bagian dari sejarah Indonesia yang merupakan pesawat pertama, yang dibuat dan dirancang oleh oleh putra-putri bangsa. Dan selama ini, pesawat tersebut disimpan di Ruang Kronologi, Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Lulut menjelaskan, pesawat ini sengaja dibawa ke lantai JEC dalam rangka mengedukasi dan memberikan inspirasi positif bagi anak muda Tanah Air. Termasuk mengingatkan bahwa duia kustom ini memiliki banyak sekali aliran.

“Setiap aliran memiliki ciri khas dan keistimewaannya masing-masing, inilah yang membuat dunia kustom menjadi bervariasi dan menjadi sangat indah,” ujar Lulut, dalam siaran resminya, Kamis (4/10).

Ajang Kustomfest tahun ini mengusung tema ‘Color Of Difference’, dan kehadiran dari pesawat ini jelas menjadi pembedanya. Lulut merestorasi beberapa bagian pesawat dan telah dilakukan beberapa waktu di bengkel Retro Classic Cycles.

Adapun bagian yang diperbaiki meliputi bagian Skin di bagian sayap dan fuselage, rib wings, tail wheels gears patah, termasuk memperbaiki sektor warna karena saat ini kondisi pesawat sudah termakan karat dan juga usia.

Diklaim sebagai pesawat kustom pertama di Indonesia, ternyata Lulut menyusupkan mesin Harley Davidson WL berkubikasi 750cc buatan tahun 1925, yang juga sudah mengalami perbaikan di bengkel.

Secara fisik, pesawat ini tetap menggunakan rangka badan dari besi dan airfoil sayap dari kayu. Kulit pesawat 80% menggunakan kain blacu dengan bagian lainnya memakai materi aluminium terutama pada engine cowling. [dp/MTH]

Previous articleMichelin Gandeng 500 Pelajar SMA Edukasi Berkendara Aman
Next articleLampu Sollar Sel SMK Tangerang ‘Terangi’ Pengungsi Palu