AMSTERDAM (DP) – Keteguhan Audi untuk membuktikan kepada dunia seputar konsep taksi terbang tanpa pengemudi, Pop.Up Next, sepertinya mulai menunjukkan hasil setelah sukses menjalani pengujian.
Baru-baru ini, pabrikan mobil asal Jerman itu menuntaskan uji coba sistem modular yang menggunakan quadcopter untuk membawa kendaraan listrik berpenumpang dua orang itu mengangkasa. Saat mendarat, quadcopter akan melepaskan mobil yang secara otonom akan membawa penumpang ke tempat tujuan.
Namun demikian, unit yang diujicoba di Drone Week, Amsterdam, Belanda, itu bukanlah model riil, melainkan prototipe dengan skala 1:4. Tapi paling tidak, Audi sudah menunjukkan bahwa konsep taksi terbang racikannya sangat layak untuk diterapkan.
Untuk proyek bernama Jetsons ini, Audi menjalin kerjasama dengan produsen pesawat asal Eropa, Airbus, dan rumah desain yang berbasis di Italia, Italdesign.
Sampai di titik ini, publik baru bisa menyaksikan konsep dan interpretasi dari beragam komponen serta cara kerjanya. Modul terbang itu pada dasarnya berupa quadcopter (modul dengan empat baling-baling) untuk membawa modul yang beroperasi di darat dengan bentuk layaknya mobil biasa.
Dalam video yang dirilis Audi, terlihat modul terbang tersebut membawa mobil terbang dan ketika mendarat melepaskan mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan yang diinginkan penumpang secara otonom. Ketika tidak digendong oleh quadcopter, mobil imut bertenaga listrik akan beroperasi secara otonom.
Menurut Audi, masih banyak yang perlu dilakukan agar konsep tersebut dapat diwujudkan sebagai model produksi. Untuk pengendalian autopilot seperti pada pesawat terbang bukan lagi hal baru, tapi mengoperasikan sistem pada mobil masih dalam tahap pengerjaan dan masih butuh sejumlah pengujian. Dan yang rumit adalah mengoperasikan dua modul itu secara bersamaan, terutama karena melintasi lingkungan berbeda, yakni udara dan darat.
Akan tetapi, Audi masih yakin bahwa taksi terbang yang dikembangkan bersama Airbus dan Italdesign itu akan menjadi mobilitas personal di masa depan.
Sebelumnya, Audi menyebut sistem tersebut akan bisa beroperasi secara resmi dalam 10 tahun ke depan. Hanya saja, Audi belum menguak estimasi kapan Pop.Up Next akan diproduksi secara massal. Kemungkinan, jadwal produksi itu bisa disampaikan bila prototipe dengan ukuran riil mampu mulus melalui tahap pengujian, dan Audi memang menyebut tahap berikutnya adalah menguji prototipe dengan ukuran sebenarnya. [dp/TGH]




