Wuling Almaz 7-seater Mulai Sentuh Kota Pahlawan

SURABAYA (DP) – Wuling Motors memulai rangkaian perkenalan varian terbaru Almaz ke berbagai wilayah di Indonesia. Usai mendebut di ajang GIIAS 2019, model yang dibekali fitur voice Command WIND dan pilihan 7-seater ini resmi melenggang di Kota Surabaya.

Dengan menggandeng PT Arista Jaya Lestari, PT Putra Perdana Indoniaga, dan PT Berkat Langgeng Sukses Sejati (BLESS) selaku mitra diler di Surabaya dan sekitarnya, even perkenalan model ini dilaksanakan di Atrium Tunjungan Plaza 3, Subaraya, Jawa Timur, 19-21 Juli.

Untuk konsumen Wuling di Kota Pahlawan ini dibanderol mulai dari Rp268,8 juta hingga Rp342,8 juta dala status on the road (OTR) Surabaya.

Zia Ul Rahman, Marketing Strategy & Promotion Manager Wuling Motors, mengakui bahwa provinsi Jawa Timur merupakan salah satu pasar terbesar di Pulau Jawa bagi Wuling.

“Untuk itu, kami membawa varian terbaru Wuling Almaz kepada konsumen di Surabaya dan sekitarnya, dengan ‘amunisi’ terbaru fitur WIND dan konfigurasi 7-seater,” kata Zia, dalam siaran resminya, Sabtu (20/7).

Wuling dengan teknologi pintar bernama Wuling Indonesian Command ini mengintegrasikan perintah suara menggunakan Bahasa Indonesia. Dengan perintah suara bisa mengoperasikan sejumlah fitur kendaraan.

Varian baru ini tetap menyematkan mesin yang sama seperti Almaz dengan didukung turbo, bertenaga 140 hp dan torsi maksimal 250 Nm yang disalurkan ke roda depan lewat transmisi CVT 8-speed. Kini Almaz juga hadir dengan pilihan transmisi manual 6 percepatan.

Tak ketinggalan berbagai fitur modern disematkan pada medium SUV ini, yaitu panoramic sunroof, start-stop button, keyless remote, keyless entry, sound system keluaran Infinity by Harman, hingga 360 derajat camera. [dp/MTH]

Harga OTR Surabaya:
– Almaz Smart Enjoy (MT) Rp268.800.000
– Almaz Smart Enjoy (CVT) Rp280.800.000
– Almaz Exclusive 5-Seater Rp332.800.000
– Almaz Exclusive 7-Seater Rp342.800.000

Previous articleMTF Gelar Program Lelang Otomotif Eksklusif
Next articleAstra Otoparts Terus Berpartisipasi di Moto2 Hingga 2020