Lakukan Tips ini Saat Anda Ingin Meminang Mobil Bekas

DAPURPACU – Keputusan untuk membeli mobil bekas dan bukan unit baru, memang butuh pertimbangan panjang karena kembali lagi ke urusan ‘dapur’, khususnya bagi kaum ibu.

Pasalnya banyak anggapan dengan membeli mobil bekas, yang notabene tidak diketahui riwayat perawatan dari pemilik sebelumya, diyakini bakal keluar biaya lebih saat memilikinya kelak.

Mengajak mekanik andal yang paham betul akan teknis dan fisik mobil, tentunya dibutuhkan biaya tambahan. Sementara untuk melakukan secara mandiri, belum tentu bisa Anda terapkan.

PR & Content Manager OLX Autos Indonesia, Nur Rahmah Sari menuturkan, terdapat beberapa proses inspeksi yang bisa dilakukan oleh seseorang sebelum memutuskan membeli mobil.

“Banyak anggapan mengecek kondisi mobil menjadi hal sulit dan hanya dapat dilakukan para ahli. Meski pernyataan in tidak sepenuhnya salah,” tutur Nur disela temu media ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis.

Rahmah memaparkan, pemeriksaan kondisi kendaraan bisa dimulai dari yang paling dasar, serta mengikuti beberapa langkah yang bisa dilakukan meski Anda tidak familiar dengan dunia otomotif.

“Memeriksa kendaraan paling awal adalah dengan mengecek bagian luarnya dahulu, tampilan dari sebuah kendaraan memang yang paling terlihat,” ucap dia.

Setidaknya ada 17 langkah yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi sebuah kendaraan masih dibilang baik atau layak untuk dibeli dengan harga yang sesuai. Berikut urutannya:

1. Periksa bagian luar/eksterior
Perhatikan apakah bodi mobil ada baret atau penyok. Periksa dan pastikan semua bagian eksterior mobil seperti bumper, spoiler dan lainnya sudah terpasang dengan baik dan tidak longgar.

2. Periksa lampu depan dan belakang
Cek kondisi lampu depan dan belakang seperti lampu low-beam, high-beam dan sein apakah dalam kondisi baik, tidak berkedip, redup, ataupun mati.

3. Periksa mesin
Periksa kondisi mesin, buka kapnya dan periksa apakah mesin berfungsi dengan normal dan tidak ada suara atau getaran yang dapat mengindikasikan adanya komponen yang longgar pada bagian mesin.

Baca juga:  Otospector Luncurkan Bursa Mobil Otos.id, Beli Mobkas Anti Cemas

4. Periksa V-belt
Periksa juga kondisi v-belt mesin. Jika mendengar suara bising saat mesin menyala, mungkin penyebabnya ada di bagian itu. V-belt ini biasanya dapat ditemukan di bagian samping atau depan mesin dan kerap sekali tertutup oleh penutup plastik mesin.

Anda dapat memeriksa kondisi V-Belt saat mesin menyala dan memerhatikan apakah ada pergerakan yang tidak normal saat v-belt berputar.

5. Periksa Oli mesin
Cek juga volume olinya. Anda perlu mencari letak dipstick, lalu tarik keluar. Bersihkan dipstick dari sisa oli yang menempel, kemudian masukkan kembali untuk mengecek kondisi volume oli mesin kendaraan.

Jika sisa oli terletak di bagian tengah dipstick, artinya tingkat volume oli mesin berada di batas normal. Jika sisa oli di bagian atas artinya oli terlalu banyak dan jika ada di bagian bawah dipstick, berarti terlalu sedikit.

6. Periksa air radiator
Anda bisa memeriksa air radiator pada tabung cadangan yang terletak di bagian kap depan. Pastikan air berada di batas penuh dan tidak berkurang. Jika saat berkendara merasakan AC mobil terasa kurang dingin, mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya air radiator.

7. Departure angle, break over angle, approach angle
Memeriksa ketiga kondisi di atas juga bisa Anda lakukan sendiri dengan memerhatikan fisik mobil dari luar. Approach angle adalah sudut termiring sebuah jalanan yang dapat dilalui mobil.

Break over angle adalah titik tertinggi sebuah jalan yang dapat dilalui tanpa menabrak bodi bagian depan mobil. Lalu departure angle, sudut termiring sebuah jalan yang dapat dilalui tanpa menabrak bodi bagian belakang mobil.

Baca juga:  OLXmobbi Store Cirebon Dibuka, Diskon Mobil Bekas Rp10 Juta

8. Periksa suspensi
Anda dapat memeriksa apakah shockbreaker kendaraan dalam kondisi yang baik atau tidak, dengan cara memeriksa apakah ada cairan oli yang keluar dari komponen itu.

AAnda juga dapat memeriksa kondisi shockbreaker saat berkendara apabila merasakan mobil terlalu bergoyang saat melewati polisi tidur atau jalan berlubang

9. Periksa Ban Mobil
Periksa tekanan ban mobil secara berkala, selain tentunya mengecek kondisi permukaannya melalui tread wear indicator (TWI). Anda dapat menemukan TWI dengan melihat bentuk segitiga pada ban. apabila TWI sudah menonjol, maka ban sudah harus diganti.

10. Periksa Aki Mobil
Salah satu cara mengetahui kondisi aki mobil sudah bermasalah adalah jika mengalami kesulitan saat starter mobil, lampu redup dan suara klakson tidak nyaring.

Selain itu, umur ideal aki mobil adalah 2 tahun, jika sudah melewati waktu tersebut sebaiknya aki diganti meskipun tidak bermasalah.

11. Cek kebersihan kabin mobil
Pastikan kondisi interior mobil baik. Periksa apakah ada bau yang tidak sedap, tidak ada sisa-sisa makanan yang dapat mengundang kecoa. Pastikan karpet terpasang baik agar tidak terjadi slip.

12. Periksa kondisi transmisi mobil
Anda dapat melakukan pemeriksaan kondisi transmisi mobil dengan melakukan perpindahan gigi dan melihat apakah perpindahannya terasa halus. Untuk transmisi otomatis juga dapat memeriksa dengan cara memasukkan tuas ke drive dan melihat apakah mobil Anda berjalan sendiri.

13. Periksa pedal rem
Periksa komponen itu dengan cara menginjaknya dan melihat apakah tekanan menginjak rem terlalu dalam atau terlalu pendek. Jika iya bisa menyebabkan pengereman mobil terlalu cepat atau lambat.

14. Kenali fitur PRS & SRS
Mobil-mobil modern sudah dilengkapi fitur primary restraining system (PRS) dan supplementary restraint system (SRS), yang terdiri dari sabuk pengaman dan airbag.

Baca juga:  Otospector Luncurkan Bursa Mobil Otos.id, Beli Mobkas Anti Cemas

15. Cek bahan bakar
Bahan bakar harus sesuai dengan nomor oktan. Karena banyak pengemudi tidak sadar menggunakan bahan bakar dengan nomor oktan dibawah ketentuan, mengakibatkan jangka panjang performa mesin dapat menurun.

16. Cek kaca spion
Periksa apakah motor penggerak elektriknya bekerja optimal untuk menggerakkan kaca spion ke segala arah. Lihat juga apakah pergerakkan kaca spion bekerja normal.

17. Periksa ketersediaan APAR & P3K
Periksa juga kedua komponen itu. Alat pemadam kebakaran biasanya ditemukan di bagian bawah jok penumpang depan, Sementara untuk P3K ada di bagian bagasi mobil.

Menurut Sony Susmana, perwakilan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), melakukan inspeksi kendaraan merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui kondisi kendaraan yang sebenarnya.

Dia memaparkan bahwa dengan mengetahui kondisi kendaraan yang sebenarnya maka kita pun dapat mengetahui valuasi yang akurat untuk kendaraan. Inspeksi bisa dilakukan oleh pengemudi perempuan.

“Tips tambahan yang perlu diketahui seperti mengenali kendaraannya, merawat secara berkala, melihat kejanggalannya, serta melaporkan untuk perbaikan,” ujarnya disela OLX Autos Spot di GIIAS 2022.

“Dengan tips sederhana ini, tentunya dapat membantu penjual mobil untuk bisa memperoleh harga terbaik ketika menjual mobil mereka,” pungkas Sony.

Bagi mereka yang ingin menjual mobilnya tanpa harus pusing memikirkan inspeksi kendaraan yang harus dilakukan sendiri, OLX Autos menawarkan layanan itu.

Semua dilakukan secara menyeluruh dan juga diperiksa oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Otomotif Profesional Indonesia (LSP-TOP Indonesia).

OLX Autos memberikan proses inspeksi yang aman dan nyaman bagi pelanggan yang ingin menjual mobil. Selanjutnya para penjual hanya perlu melakukan 3C yaitu cek harga, cek kondisi mobil dan cek rekening. [dp/MTH]

Previous articleHari Terakhir GIIAS 2022, Booth NGK Tebar Hadiah Menarik
Next articleMitsubishi Gelar Pameran Khusus New Xpander Cross di Kota-kota ini