Volvo Klaim Mobil Buatan China Kalahkan Buatan Eropa

SHANGHAI (DP) – Cerita bahwa mobil buatan China memiliki kualitas buruk dan murahan, sekarang sepertinya tak berlaku lagi. Itu terbukti dari banyaknya pabrikan mobil global yang memproduksi mobil mereka di Negeri Panda.

Salah satu pabrikan mobil dunia yang mengakui bahwa produknya memiliki kualitas kelas atas meski diproduksi di China, yaitu Volvo. Siapa yang tak kenal dengan nama Volvo, pabrikan mobil asal Swedia yang dikenal dengan produk yang berkualitas dengan aspek keamanan mumpuni.

Bahkan Volvo mengklaim bahwa mobil lansirannya yang dibuat di China benar-benar memiliki kualitas superior dibandingkan dengan produk yang diproduksi di Eropa.

Dalam wawancara dengan Go Auto akhir pekan lalu, senior vice-president Volvo bidang desain, Robin Page, mengakui bahwa banyak kalangan yang khawatir dengan keputusan pabrikan asal Swedia itu untuk membangun banyak model kendaraan di China.

“Dari yang kami temukan, diketahui bahwa kualitas mobil benar-benar lebih baik untuk yang diproduksi di China ketimbang yang dibuat di Eropa. banyak kalangan khawatir tentang kualitas, tapi sekarang produksi China sudah lebih baik dari buatan Eropa,” sebut Page.

Saat ini sudah semakin banyak merek otomotif global yang mulai memproduksi sejumlah model kendaraan mereka di Negeri Tirai Bambu.

Menurut Page, sejumlah fasilitas pabrik yang dimiliki Geely di China menghasilkan kendaraan berkualitas tinggi karena mereka tidak terlalu mengandalkan robot, melainkan masih ada campur tangan manusia. Dengan begitu, para pekerja akan memiliki toleransi yang lebih ketat terhadap kualitas produk, karena selalu diperiksa dengan cermat selama proses produksi.

“Jujur saja, jika Anda berbicara dengan kalangan industri manufaktur Eropa, mereka akan menyebutkan banyak menyisipkan otomatisasi pada sistem, dan Anda pasti tidak akan melakukan penyesuaian proses produksi secara manual,” katanya.

Sementara di industri manufaktur China, ujar Page, para pekerja tidak terlalu mengandalkan otomatisasi, sehingga mereka memiliki kemampuan lebih baik dalam hal menerapkan toleransi yang lebih ketat terhadap proses produksi. Hasilnya, produk akan menjalani penyesuaian yang lebih baik.

“Perbedaannya memang tidak terlalu signifikan, tapi secara rata-rata dan jika dilakukan perbandingan poin ke poin, kualitas produksi China sangat baik, jadi saya tidak terlalu khawatir dengan kualitas untuk saat ini,” imbuh Page.

Volvo mulai mengekspor kendaraan yang diproduksi di China ke seluruh dunia pada 2014, yaitu model S60 wheelbase panjang. Selain itu, Volvo memindahkan produksi sedan mewah S90 dari Swedia ke China pada akhir 2016. Selain model Geely, beberapa model kendaraan listrik dari Volvo dan Lynk & Co, juga akan diproduksi dan diekspor dari China.

Untuk diketahui, saham mayoritas Volvo saat ini dikuasai oleh Geely. [dp/TGH]

Previous articleHamilton Tampil Dominan di GP Spanyol, Mercedes Finish 1-2
Next articleAstra International Raup Laba Rp4,98 Triliun Kuartal I