Verstappen Juara GP Austria, Hamilton Merana


WINA (DP) – Lewis Hamilton kehilangan posisinya sebagai pemuncak klasemen pebalap setelah mundur dari Grand Prix Austria yang dimenangi pebalap Red Bull, Max Verstappen, Minggu (1/7).

Juara dunia Formula 1 asal Inggris itu makin frustrasi setelah seteru beratnya, Sebastian Vettel yang membela Ferrari, berbagi podium dengan rekan setimnya, Kimi Raikkonen, yakni kedua bagi Raikkonen dan Vettel ketiga.

Hamilton menjadi korban dari kesalahan strategi yang dilakukan tim Mercedes, yang terjadi saat ia berada di posisi keempat, dan juga didera masalah ban. Akhirnya ia harus rela menepi akibat hilangnya tekanan bahan bakar pada mobilnya saat balapan tersisa delapan lap lagi.

Gagalnya Hamilton menuntaskan lomba, membuat Vettel kini memimpin klasemen dengan keunggulan hanya satu poin menjelang gelaran Grand Prix Inggris pekan depan.

Di tengah duka Mercedes, yang juga diwarnai dengan gagal finish rekan setim Hamilton, yaitu Valtteri Bottas, Red Bull pantas merayakan kemenangan Verstappen dengan suka cita, karena sirkuit di Austria ini menjadi home track bagi tim berlogo banteng merah itu.

Kerugian besar Mercedes

Tim yang memiliki warna khas silver ini seolah akan memenangi seri ini dengan mudah setelah menempatkan Bottas start terdepan. Memasuki tikungan pertama, Bottas bertarung ketat dengan Raikkonen dan tertekan sehingga melorot posisinya. Hamilton dengan cepat masuk ke posisi kedua, sementara Bottas justru tercecer ke posisi keempat di belakang Verstappen menjelang masuk tikungan keempat.

Bottas kemudian mengambilalih posisi kedua melalui manuver berani di sisi luar Verstappen dan Raikkonen menuju tikungan keempat, dan saat itu Mercedes sepertinya akan melaju mulus.

Tapi Bottas kemudian mundur di 14 dari 71 lap yang harus dilalui akibat hilangnya tekanan hidrolik, dan ahli strategi Mercedes gagal membaca kondisi muncul virtual safety car, yang mengharuskan seluruh mobil mengurangi kecepatan, ketika mobil Bottas ‘sehat’ lagi.

Verstappen masuk lagi dengan selisih 13 detik di belakang Hamilton, dengan Raikkonen dan pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo, juga semakin dekat dengan Hamilton.

Kepala strategi Mercedes, James Vowles, melalui radio meminta maaf kepada Hamilton, dengan mengatakan bahwa dirinya salah soal strategi tim.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, Mercedes juga mengalami serangkaian masalah, yang membuat kesalahan strategi itu sebenarnya bisa dimaafkan. Buktinya, Hamilton masuk pit di lap 25 karena masalah ban, dan masuk lintasan lagi di posisi keempat di depan Vettel. Tapi tak lama kemudian ban belakang mobilnya mulai terkoyak dan kecepatannya mulai menurun, sehingga didahului rivalnya itu pada lap 39.

Ban kiri mobil Hamilton mulai terkelupas yang memaksanya harus kembali masuk pit untuk berganti ban. Masalah tak berhenti di situ, karena pada lap 63, Hamilton mengeluhkan hilangnya tenaga mesin dan memutuskan untuk mundur dari balapan. [dp/TGH]