JAKARTA (DP) – Pemerintah Indonesia mendorong PT Sokonindo Automobile untuk menghasilkan mobil ramah lingkungan dan melakukan ekspor ke pasar global.
“Saya mendorong Sokonindo untuk memproduksi mobil yang ramah lingkungan, seperti hybrid, plug-in hybrid atau bahkan mobil listrik,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Harjanto dalam sambutan pada acara peluncuran DFSK Glory 580 dan Brand Ambassador Agnez Mo di Jakarta, Kamis (19/7).
Pada kesempatan tersebut, Harjanto juga mengucapkan selamat atas peluncuran produk terbaru Sokonindo, yakni model SUV 7 seater, dan perkenalan Agnez Mo sebagai Brand Ambassador DFSK Glory 580.
Harjanto menjelaskan bahwa iklim investasi di Indonesia kini jauh lebih baik, sehingga diharapkan semakin banyak investor asing menanamkan modal di Tanah Air untuk mendukung kemajuan industri nasional.
Menurut dia, Indonesia saat ini memproduksi sekitar 1,1 juta unit per tahun. Namun demikian, kepemilikan mobil per 1.000 orang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain, termasuk di kawasan ASEAN.
“Kepemilikan mobil per 1.000 orang di Indonesia masih rendah, yakni masih di bawah 100 unit per 1000 orang,” ucapnya.
Harjanto juga menceritakan bahwa pemerintah memiliki tagline ‘Low Carbon Emission Vehicle’ (LCEV) untuk mendorong industri otomotif menghasilkan produk kendaraan beremisi rendah.
“Untuk itu, ke depan pemerintah ingin Sokonindo memproduksi mobil ramah lingkungan, seperti hybrid dan mobil listrik,” katanya.
Agar produsen otomotif di Indonesia tertarik menghasilkan mobil ramah lingkungan, lanjut Harjanto, pemerintah telah menyiapkan tax holiday untuk baterai mobil listrik dan komponen pendukung lainnya.
“Insentif pajak ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi dan basis produksi untuk pasar ekspor,” harapnya.
Sebelumnya, Co-CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, mengatakan pihaknya menargetkan dapat mengekspor produk ke pasar global yang menggunakan setir kanan. [dp/TGH]

