Honda Masih Ragu Naikkan Harga Jual Produknya | dapurpacu.id

Honda Masih Ragu Naikkan Harga Jual Produknya


JAKARTA (DP) – Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, memang membuat agen pemegang merek ‘kalang kabut’ untuk menata kembali lebel harga pada lini produk yang diniagakannya.

Namun kondisi tersebut tidak lantas membuat PT Honda Prospect Motor (HPM) turut merevisi kembali harga jual sejumlah produk yang dipasarkan. HPM melalui Marketing and After Sales Service Director, Jonfis Fandy  menegaskan tidak akan ada perubahan harga untuk saat ini.

Apaagi  saat ini, HPM tengah mempersiapkan diri menghadapi momentum besar pundi-pundi angka penjualannya meningkat melalui pameran GIIAS 2018, yang dimulai pada esok hari (2/8).

“Sampai pameran (GIIAS) nanti kita belum menaikkan harga jual mobil Honda. Usai pameran akan kita lihat kembali,” ucap Jonfis, di sela-sela peresmian diler Honda Nusantara MT Haryono, Selasa (31/7) lalu.

Dia mengakui pada kondisi saat ini semua pihak akan melirik bagaimana Bank Indonesia merespon keadaan finansial negara. Yang pasti, lanjut Jonfis, Honda bisa menahan diri untuk tidak menaikkan harga.

Baca juga:  Terganggu Pasokan Komponen, Penjualan Ritel Honda Turun Bulan ini

“Bagaimana pun, soal penetapan harga jual juga tidak bisa diputuskan secara cepat. Banyak elemen lain yang mempengaruhinya. Kunci kita belum merubah harga karena penerapan kapasitas dan efisiensi,” tambah Jonfis.

Selain itu juga terbantu dengan adanya pabrik yang bisa memproduksi kendaraan secara lokal tanpa beban impor. Pihaknya tak bisa memungkiri peningkatan dollar yang cukup signifikan dari Rp 13 ribu ke Rp 14 ribuan, terbilang tidak normal.

“Lonjakan ini memang cukup berat, bisnis aja margin-nya tidak sampai dua digit. Secara pasar total naik sekitar 9% dan sektor komersial penyumbang terbesar, 16%,” kata Jonfis lebih lanjut.

Hingga Mei lalu penjualan lini produk Honda secara wholesales naik 5% dan pada Juni turun lagi, yang disebabkan pengurangan libur Hari Raya dan cuti panjang. Sementara untuk retail turun hingga 2,2%.

“Kami masih mengandalkan Brio, HR-V, serta CR-V menjadi penyumbang penjualan terbesar. Terkait target belum berubah tetap 180 ribu unit hingga akhir tahun ini,” tutup Jonfis.

Baca juga:  Terganggu Pasokan Komponen, Penjualan Ritel Honda Turun Bulan ini

Berdasarkan data yang dihimpun Gaikindo, hingga semester pertama berakhir (Januari – Juni), Honda telah mengumpulkan angka penjualan wholesales sebanyak 76.694 unit. [dp/MTH]