Kolaborasi Apik Pertamina dan BMW Hadirkan Green Energy Station


TANGERANG (DP) – Langkah cepat dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) guna menjawab improvisasi para pabrikan otomotif dalam mengejawantahkan kendaraan ramah lingkungan masa depan di Indonesia.

Dibuktikan melalui kerja sama dengan BMW Group Indonesia dalam menghadirkan teknologi pengisian energi untuk kendaraan listrik masa depan. Wujudnya lewat program pilot project Green Energy Station (GES) sebagai ekosistem baru untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, teknologi GES ditujukan untuk mendukung komitmen Pemerintah RI pada Conference of the Parties 21th (COP21) di Paris, dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sekaligus menunjukan kesiapan Pertamina dalam menghadapi pergeseran global dunia otomotif.

“Langkah ini sangat penting untuk mempelajari konsep terbaik yang dapat menjamin kenyamanan layanan bagi pengguna kendaraan listrik. Pertamina akan terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengembangkan konsep ini baik dalam hal teknologi maupun kemudahan akses,” ujar Adiatma.

Baca juga:  Honda e Resmi Dijual Mulai Musim Panas 2020

Teknologi GES terdiri 3 konsep utama yakni Konsep Green yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area SPBU, Konsep Future yang dilengkapi EV Charging Station, dan Konsep Digital dimana pembayaran di SPBU cashless dengan MyPertamina serta dilengkapi dengan self-service.

“Pertamina melihat bahwa bisnis pengisian baterai akan menjadi bagian integral dari bisnis SPBU Pertamina di masa depan. Untuk itu, kerja sama dengan produsen mobil listrik seperti BMW Group sangat diperlukan,” imbuh Adiatma.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie O’tania menuturkan, BMW Group Indonesia merupakan brand pelopor yang menghadirkan kendaraan listrik dan yang pertama meluncurkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia.

Untuk mendorong kesiapan ekosistem kendaraan listrik, BMW Group Indonesia melakukan edukasi teknologi secara mendalam seputar teknologi kendaraan listrik, implementasi charging grid di negara lain, serta uji coba manfaat dan biaya operasional kendaraan listrik.

Baca juga:  Mitsubishi Motors Tampilkan SUV Listrik di Tokyo Motor Show 2019

Hal tersebut dilakukan untuk mendukung Pertamina dan penyedia layanan lainnya agar dapat menyiapkan teknologi charging station untuk riset dan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

“Kami berharap dengan dukungan edukasi teknologi ini dapat menghadirkan pengembangan infrastruktur yang memadai untuk kendaraan listrik khususnya di wilayah Jakarta, dan memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna kendaraan listrik,” ujar Jodie.

Pertamina GES didasari pergeseran global dunia otomotif dari Internal Combustion Engine (ICE) ke Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicles (EV), yang ditandai dengan pergantian penggunaan bahan bahan bakar jenis bensin menjadi baterai PHEV dan EV.

Hal ini diprediksi akan menjadi subsitusi bagi pengisian fuel untuk kendaraan yang saat ini dijalankan oleh Pertamina. [dp/MTH]