HR-V 1.5L E CVT Special Edition, Mesin Tempur Baru Honda di Indonesia | dapurpacu.id

HR-V 1.5L E CVT Special Edition, Mesin Tempur Baru Honda di Indonesia


JAKARTA (DP) – PT Honda Prospect Motor begitu mengandalkan salah satu model low SUV-nya sebagai pendulang terbesar penjualan Honda di Indonesia, yaitu HR-V baik dengan mesin 1.5L maupun tipe 1.8L. Catatan positif juga berhasil diukir sepanjang unit tersebut diniagakan di Tanah Air.

Momentum perhelatan GIIAS lalu dimanfaatkan untuk menggelontorkan penyegaran terkini dari HR-V 1.5L, mulai dari eksterior hingga peningkatan kenyamanan di kabin. Tak hanya itu, versi edisi khusus pun diluncurkan guna memanjakan calon pemiliknya kelak.

Varian 1.5L E Special Edition ini diklaim menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan HR-V berspesifikasi lengkap, tapi dengan harga tetap terjangkau. Dibuktikan dengan spesifikasi fitur mirip varian 1.8L Prestige dengan ditiadakannya sunroof.

Guna menghilangkan rasa penasaran para awak media, pekan lalu, HPM mengajak puluhan jurnalis dari berbagai media untuk menjajal HR-V baru dan kebetulan yang uji cobakan adalah tipe 1.5L Special Edition.

Tidak pada umumnya pengujian yang dilakukan media yang biasanya memakan waktu selama sehari penuh atau bahkan dua hari yang lazim dilakukan oleh HPM. Kupas tuntas untuk mengeksplorasi varian ini hanya berlangsung selama sekitar 2 jam saja! Itu pun hanya di sekitar kawasan Alam Sutera, Tangerang, tempat para media melakukan meeting point.

20 unit New HR-V 1.5L Special Edition dengan berbagai varian warna disediakan berjajar rapi di pelataran parkir lokasi acara test drive. Dengan balutan warna putih (White Orchid Pearl) pun didapuk menjadi tunggangan kami.

Sebelum ‘misi’ mengupas performa dilakukan, sejenak dapurpacu.id coba menelusuri sisi luar dari low SUV ini. Memang, Honda memfokuskan ubahannya pada sektor eksterior. Bahkan ‘kadar’ penyegarannya pun terbilang ringan.

Baca juga:  Manfaatkan Digitalisasi, HPM Luncurkan Program 'Sehat Bersama Honda'

Untuk model ini, perubahan yang dilakukan pada desain gril guna menonjolkan kesan macho pada tampilan fascia depan. Teknologi LED pun mencakup di semua sistem pencahayaannya, mulai dari lampu utama, daytime running light atau DRL, hingga lampu kabut.

Honda juga membubuhi antena berdesain ‘sirip hiu’ tepat di atas high mount stop lamp. Kesan maskulin diperkuat dengan dipasangkannya pelek berdesain baru palang lima berdiameter 17 inci.

Hembusan AC ke Belakang Tidak Maksimal

Tiba saatnya untuk menguji performanya di jalan seputar Alam Sutera dan BSD, Tangerang. Lagi-lagi, kedua mata ingin kembali mengupas ubahan di kabin. Memilih duduk di jok baris kedua tentu jadi pilihan tepat.

Sayangnya pada jok baris kedua belum dilengkapi fitur reclaining. Posisi duduk mau tidak mau dibuat tegak dengan kondisi itu, kurang releks. Selain itu, headrest yang tidak bisa diatur step by step membuat posisinya kurang pas.

Atmosfer sporty makin mencuat berkat balutan kulit berkelir hitam menghiasi kabin dan seluruh jok. Nyaman dan asyik kala menyandarkan tubuh. Masuk ke dalam ‘barisan’ low SUV, awalnya saya berpikir akan ada double blower di atap guna menghembuskan hawa sejuk AC ke belakang. Ternyata tidak!

Honda tidak melakukan ubahan tata letak dari ventilasi AC di dasbornya yang besar. Posisi memanjang dari ventilasi AC tepat berada di hadapan jok penumpang depan. Untuk bisa merasakan hembusannya, posisi duduk harus berpindah sedikit ke tengah.

Rasa panas yang hinggap ke penumpang belakang bisa jadi akan hilang, begitu perjalanan dilakukan menempuh jarak dan waktu yang panjang. Ketertarikan di kabin hanya tertuju pada head unit berdesain ‘mengambang’.

Baca juga:  Manfaatkan Digitalisasi, HPM Luncurkan Program 'Sehat Bersama Honda'

Head unit layar sentuh berukuran 8 inci ini cukup memancing keingintahuan saya pada fasilitas yang terpasang di dalamnya. Headunitnya juga sudah bisa terkoneksi dengan gadget Anda baik Android atau iOS. Dari layar itu juga, sudah ada rear view camera dengan multi angle yang memudahkan ketika akan parkir mundur.

Guna memudahkan pengoperasian audio, pengaturannya bisa dilakukan di lingkar kemudi bagian kiri, sementara di sisi kanan tersedia tombol cruise control.

Bicara soal fitur, ini yang ditawarkan oleh HPM kepada konsumennya di Indonesia. Tidak perlu membeli tipe Prestige, sebab HR-V 1.5L sudah dibubuhi seluruh fitur yang ada pada model tersebut.

Varian ini sudah dilengkapi Smart Entry, tombol Start/Stop Engine. Tapi untuk pengaturan jok masih manual. Kemudian untuk setir yang sudah dilapisi kulit terdapat tuas paddle shift yang membuat berkendara lebih asyik. Oh ya, untuk pengaturan setir juga sudah tilt dan telescopic.

Konsol tengah yang sebelumnya hanya ada rem parkir elektrik, kini sudah tersedia tombol automatic brake hold yang mempermudah saat berhenti di kemacetan tanpa perlu menginjak pedal rem.

Fitur ini berdampingan dengan Hill Start Assist yang juga sudah tersedia. Kalau fitur yang satu ini fungsinya menahan sesaat mobil saat berhenti di tanjakan atau turunan.

Saya memberikan kesempatan kedua rekan semobil untuk duduk di belakang kemudi. Toh waktu yang disediakan cukup sempit untuk bisa mengeksplorasinya. Lagipula, saya cukup puas mengujinya kala di Gunung Bromo.

Baca juga:  Manfaatkan Digitalisasi, HPM Luncurkan Program 'Sehat Bersama Honda'

Lagi-lagi, mata saya tertuju untuk melihat perubahan warna lampu di instrument cluster. Cincin dengan indikator warna yang melingkari spidometer terbilang cukup asyik untuk diperhatikan.

Begitu kaki Anda ‘ramah’ terhadap kondisi jalan akan berubah menjadi hijau, namun akan berubah kembali saat mobil dipaksa keluar dari zona nyamannya. Aha, ternyata HPM menyematkan unsur ramah konsumsi bahan bakar di sana.

Warna hijau mengindikasikan si pengemudi telah berkendara dengan prinsip irit bahan bakar, sedangkan berubah menjadi biru atau ungu, berarti si pengemudi tengah disibukkan untuk mengejar waktu.

HR-V 1.5L E CVT Special Edition dibekali mesin SOHC i-VTEC 1.500cc bertenaga 118 hp dengan torsi maksimal 145 Nm di putaran 4.600 rpm. Mesin itu berpadu dengan transmisi otomatis CVT.

Kesimpulan

‘Kencan’ singkat saya dengan HR-V 1.5L E CVT Special Edition memang tidak terlalu istimewa. Namun sebagai penumpang di jok belakang cukup terhibur dengan ubahan yang dilakukan Honda pada kabinnya.

Inovasi HPM untuk menyematkan seluruh fitur di Prestige kepada varian ini terbilang cukup jitu dan brilian, meski tidak dibubuhinya sunroof. Toh, pasar telah memberikan sebuah bukti, model ini telah mengumpulkan angka pemesan sekitar 600 unit dari total 1.700 unit per 29 Agustus lalu khusus untuk HR-V 1.5L.

Model ini bisa menjadi amunisi tambahan terbaru HPM untuk mempertahankan posisinya di ranah pasar yang diisi oleh mobil ini. Patut diwaspadai adalah pergerakan ‘halus’ dari kuda hitam asal Cina yaitu DFSK Glory 580, dimana banderol yang dipasangkannya cukup bersaing dengan HR-V. [dp/MTH]