Kala Karya Anak Bangsa Ini Menapaki Aspal Tertinggi Dunia

Gunadi berada di Khardung La View Point

JAKARTA (DP) – Akhirnya, solo rider asal Jakarta, Gunadi mampu menuntaskan perjalanan turingnya hingga menapaki ‘aspal’ tertinggi di Pegunungan Himalaya, menggunakan sepeda motor karya anak bangsa Viar Vortex 250.

Perjalanan darat Gunadi untuk menyentuh Khardung La, India, sebagai salah satu batas jalan tertinggi di dunia tersebut tepat pada 7 Oktober lalu, setelah sebelumnya berbagai rintangan telah dihadapi di setiap negara yang dilewati.

Pentolan Freeriders Indonesia mampu mencatatkan namanya di jajaran bikers dunia hingga menggapai lokasi tersebut. Sejak diberangkatkan pada 26 Agustus lalu dan tiba di sana, Gunadi telah melakukan perjalanan sejauh kurang lebih 15.000 km.

Sebagai informasi, ekspedisi ini mengusung tagline Aksi Keselamatan Jalan, Pelestarian Lingkungan Hidup, Keberhasilan Pembangunan Nasional dan Persahabatan Antar Bangsa.

Di sini, Gunadi mengibarkan bendera Merah Putih di batas jalan tertinggi yakni Khardung La, India.

Lepas dari kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, kemudian Gunadi melewati Lampung dan Pekanbaru untuk menuju Port Klang Malaysia, Thailand, Myanmar, India, dan berakhir di Himalaya.

Baca juga:  Cashback 20% Untuk Penggantian Oli Motor di Enduro Express

Sekilas kisah perjalanannya, Gunadi mengakui perjalanan panjang yang dilalui tergolong sangat sulit dan tidak mudah termasuk medan yang harus dilalui. Beruntung, motor tidak mengalami kendala apapun walaupun medan jalan dan kondisi suhu sangat berbeda dengan di Tanah Air

“Tantangan serta kendala saat mulai masuk negara Myanmar, apalagi saat di India yang juga ditambah dengan tipikal masyarakatnya sangat berbeda dengan di Indonesia,” tutur Gunadi, dalam keterangan resminya, Sabtu (13/10).

Beberapa kali, lanjut Gunadi, gangguan alam pun dialami seperti yang terjadi di Rohtang dan Keylong yang terus menerus diterjang hujan lebat, sehingga mengakibatkan Manali diterjang banjir.

Dari kondisi itu membuat jembatan yang menjadi penghubung antara Kallu dan Manali tidak dapat dilalui kendaraan berat. Namun Gunadi tetap diperbolehkan melintas setelah mendapat persetujuan dari otoritas setempat.

Setibanya di wilayah Himalaya pun dia harus merasakan cuaca yang sangat dingin akibat turunnya hujan salju, mulai dari Srinagar, Dras, Kargil, Leh, Khardungla, Pang, Debring, Rohtang hingga Manali, dengan suhu di bawah 0 derajat.

Baca juga:  Toyota Sumbang Ide Atasi Kemacetan di India

Seluruh bikers yang datang ke Himalaya saat ini tidak diperbolehkan masuk ke beberapa wilayah oleh pihak Militer India dengan alasan musim dingin akan membahayakan, dan hanya beberapa bikers yang berani meneruskan perjalanannya, termasuk dirinya.

“Udara di Himalaya terasa sangat dingin, tangan perih dan kepala sakit sekali karena kadar oksigen yang sangat tipis. Ditambah dengan snowfall membuat jalan menjadi es jadi sulit untuk dilalui, air membeku akibat salju tebal. Beruntung saya dan motor berhasil melaluinya,” papar Gunadi.

“Bangga dan haru bercampur jadi satu. Saya bicara sendiri di depan plang logo Khardung-La. Keberhasilan Solo Ride Jakarta-Himalaya adalah keberhasilan dari Riders Indonesia. Kita adalah bangsa yang besar, kuat, berani dan disegani oleh negara luar,” tutupnya. [dp/MTH]