Seri Pamungkas CEV 2018, Dimas Amankan Posisi ke-5

Gerry Salim

JAKARTA (DP) – Para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) menutup seluruh rangkaian balap FIM CEV International Championship musim 2018, dengan beberapa pengalaman berarti bagi Gerry Salim, yang bertarung di kelas CEV Moto3 Junior World Championship.

Sementara itu, Dimas Ekky Pratama berhasil mengunci di urutan ke-5 tanpa ada tambahan poin di seri terakhir kelas CEV Moto2 European Championship, yang digelar di Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (25/11). Sebab, Dimas harus melakoni tes resmi pramusim Grand Prix Moto2 bersama IDEMITSU Honda Team Asia.

”Saya berterima kasih kepada semua orang di tim yang sudah bekerja keras dan mendukung saya sepanjang musim, Astra Honda yang selalu yakin dengan saya, dan juga kepada semua sponsor,” ujar Dimas dalam siaran resminya, Senin (26/11).

“Saya sangat tidak sabar beradaptasi dengan babak baru di Moto2 World Championship dan mempersembahkan kebanggaan yang lebih tinggi lagi untuk Indonesia,” ucap Dimas.

Baca juga:  Animo Peserta dan Penonton TGA 2019 Melonjak Drastis

Gerry, pebalap berstatus rookie di Moto3 Junior World Championship, hanya mampu menyumbangkan 1 poin pada seri Albacete. Pada balapan terakhirnya di Valencia, Gerry finish di urutan ke-20 pada balapan pertama, lalu terjatuh pada balapan kedua.

Dimas Ekky Pratama

Perjuangan Gerry pada seri terakhir ini patut diapresiasi. Pada balapan pertama, Gerry memperbaiki posisi saat lap pertama, yakni enam posisi dari tempat startnya di grid ke-29. Selama sisa balapan, dia berusaha mempertahankan kecepatan dan akhirnya finis di urutan ke-20.

Pada balapan kedua, hal yang sama berulang ketika pebalap Indonesia tersebut berhasil melewati beberapa pebalap. Satu lap sebelum balapan dihentikan karena bendera merah, Gerry mengalami highside di tikungan 4 dan tidak bisa melanjutkan balapan.

Dengan perjuangan keras sebagai pebalap pendatang baru, Gerry menutup balapan pada kelas yang diikutinya dengan posisi ke-36 klasemen akhir.

“Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh pada tahun pertama di FIM CEV dan ini menjadi bekal kuat saya untuk menjadi pebalap yang lebih tangguh lagi untuk Indonesia,” tutup Gerry. [dp/MTH]