Inden Forza 250 dan Super Cub C125 Mengular, Honda Kelabakan


JAKARTA (DP) – Hadir sebagai model teranyar dalam lini produk Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) rupanya cukup kewalahan memenuhi permintaan konsumen yang tergolong terus membludak untuk Forza 250 dan Super Cub C125.

Kondisi ini disebut-sebut hampir dialami semua main dealer Honda di Tanah Air. Tak terkecuali dari kubu PT Wahana Makmur Sejati, main dealer motor Honda di area Jakarta dan Tangerang.

Dikatakan bahwa permintaan konsumen untuk kedua produk ini tergolong cukup tinggi, bahkan antrean buat pemesan mengular hingga satu tahun kedepan untuk bebek modern ‘bertampang’ lawas ini.

Edi Setiawan, Chief Marketing Officer PT WMS mengklaim bawha jumlah pemesanan (Surat Pemesanan Kendaraan/SPK) untuk kedua unit motor tersebut sudah mencapai ratusan, dan mereka harus rela antre hingga berbulan-bulan lamanya.

“Sejak pameran motor di IMoS tahun lalu, angka SPK menyebutkan sejauh ini SPK Forza sudah mencapai 300 unit, sementara Super Cub C125 tercatat 100 unit. Untuk unit yang terkirim ke konsumen baru sedikit,” ungkap Edi beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Penjualan Stagnan, Wahana Tetap Kuasai Pangsa Pasar 72 Persen

Edi mengaku setelah pengiriman batch pertama yang hanya 20 unit untuk Forza 250, dan sampai saat ini belum ada lagi ‘setoran’ dari pihak AHM. Sedangkan untuk Super Cub C125 sekitar 9-10 unit.

Pemesanan Super Cub C125 terus mengular hingga berbulan-bulan.

Mengetahui kondisi demikian, Edi lantas ‘mengangkat tangan’, sebab dirinya juga belum tahu kapan konsumen lain bisa mendapatkan unit yang telah dipesannya.

“Itu semua tergantung AHM, kalau distribusinya cuma segitu, mau sampai kapan selesainya. Bayangkan saja, dari pertama kami jual hanya sembilan unit untuk Super Cub C125 dan Forza baru 20 unit,” keluh Edi.

Edi memahami sekali kondisi dari kedua motor ini, dimana AHM harus meminta (impor) dari Thailand sebagai negara yang memproduksi. Dan itu ada besaran kuotanya.

“Tergantung dari AHM (kuota impor) dapat berapa. Soal berapa dikasih jatahnya ke diler atau seperti Wahana itu tergantung pemesanan tercepat saja, itu yang lebih dahulu diberikan,” tambah Edi.

Baca juga:  Jamu Juara MotoGp, Kang Emil Lontarkan Bahasa Spanyol

Apakah dengan ‘padatnya’ inden, potensi konsumen pindah akan terjadi? Edi berdalih tidak mengetahui kondisi itu, karena dirinya belum melihat data terbaru.

“Jujur saja saya tidak tahu, tapi kalau pengirimannya hanya berjumlah segitu, kami akan mengeluh mau sampai kapan selesain indennya,” pungkas Edi.

Sebagai informasi, saat ini Honda Forza 250 dibanderol dengan harga Rp 76,5 juta, Sementara untuk model bebek retro Super Cub C125 dilepas seharga Rp 55 juta OTR Jakarta. [dp/MTH]