Penjualan Daihatsu New Sigra Diluar Ekspektasi


DAPURPACU – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memang menjadikan Sigra sebagai produk backbone diantara lini kendaraan Daihatsu lainnya. Bahkan angka penjualannya pun terus merangkak naik sejak dirilis pada 2016.

Penyegaran tampilan yang dilakukan pertengahan September lalu, pun diyakini mampu mendongkrak penjualan LCGC 7-seater tersebut yang mengisi segmen MPV di Indonesia.

Lalu, bagaimana performa penjualannya hingga kini? Amelia Tjandra, Marketing Director PT ADM menyebutkan sejak diluncurkan pada 16 September lalu, tiap dealer resmi Daihatsu terus mencatatkan angka pemesanan (SPK) New Sigra terus membaik.

“Sejak diluncurkan hingga bulan ini, SPK Sigra terbaru lumayan bagus yah bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kita juga kaget, naik sekitar 20%,” kata Amelia disela test drive New Sigra di Lembang, Bandung, pekan lalu.

Amel menambahkan bahwa secara nasional angka SPK yang terbentuk tercatat 1.072 unit. Dia mengklaim jumlah ini lebih tinggi 152 unit dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Baca juga:  Daihatsu Tawarkan Program Tukar-Tambah Mobil Baru di Surabaya

“Bahkan dari target kami lebih tinggi 130 unit yang dicanangkan sebelumnya. Paling banyak terserap tetap model manual, khususnya tipe R Deluxe manual 1.200 cc,” tambah Amel lebih lanjut.

Dia pun mengklaim dari jumlah tersebut, wilayah Bandung mencatatkan perolehan SPK tertinggi hingga mencapai 86 unit. Angka tersebut tercipta sepekan (17-22 September) usai New Sigra diluncurkan di area itu.

Ungkapan itu diamini pula oleh Hendrayadi Lastiyoso Marketing & Customer Relations PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), bahwa untuk New Sigra masih didominasi tipe manual.

Di sisi lain, Hendrayadi menjelaskan bahwa wilayah pemasaran Sigra terbaru ini tak beda dengan lini produk Daihatsu lainnya, di mana wilayah Jabodetabek masih menguasai dengan komposisi tertinggi.

“Kalau diliat wilayah penjualan, komposisi tertinggi masih dipegang area Jabodetabek sebesar 30%, disusul wilayah Jawa Barat 10%, serta Jawa Timur dan Sumatera yang masing-masing mencatatkan penjualan 15% secara nasional,” tuturnya. [dp/MTH]