Di Benua Biru, Toyota Cuma akan Jual 10% Mobil Konvensional | dapurpacu.id

Di Benua Biru, Toyota Cuma akan Jual 10% Mobil Konvensional


DAPURPACU – Era telah berubah, kepedulian terhadap lingkungan yang bersih kian tinggi. Begitu juga Toyota, yang mulai mengurangi jumlah mobil bermesin konvensional dalam jajaran produknya.

Eropa, yang dikenal dengan sebutan Benua Biru, dikenal sebagai kawasan yang sangat peduli terhadap program langit biru. Negara-negara di Eropa telah menerapkan standar tinggi untuk emisi karbon bagi kendaraan yang dipasarkan di sana.

Toyota sebagai pabrikan pionir dalam hal teknologi elektrifikasi hybrid, sudah membuktikan mampu ‘menaklukkan’ standar emisi Eropa yang dikenal ketat itu. Tergambar dari apiknya penerimaan pasar Eropa atas produk kendaraan berteknologi hybrid bermerek Toyota maupun Lexus. Bahkan pertumbuhan penjualan model hybrid kedua merek satu induk ini terus meningkat.

Sadar bahwa kendaraan elektrifikasi semakin disukai dan menjadi tulang punggung penjualan, Toyota group akan menambah komposisi penjualan kendaraan lebih besar untuk model berteknologi ramah lingkungan dan irit bahan bakar.

Secara bertahap dalam lima tahun ke depan, Toyota group akan menjual 70% kendaraan hybrid, 10% plug-in hybrid, 10% listrik murni dan hydrogen fuel cell, dan hanya 10% kendaraan bermesin konvensional.

Dalam pernyataan tertulis, Toyota group (termasuk Lexus) akan meningkatkan penjualan di Eropa sebesar 30%, dari sekitar 1,09 juta unit, dan mendongkrak pangsa pasar 5,2% pada 2019 menjadi 1,4 juta unit dan 6,5% pada 2025.

Peningkatan itu tentunya berhubungan langsung dengan perkembangan program elektrifikasi raksasa otomotif Jepang itu dari sekitar 50% hybrid menjadi 90% hybrid, plug-in dan hydrogen fuel cell.

Sedangkan sisanya sebesar 10% dialokasikan untuk kendaraan bermesin konvensional, yang terbagi dalam tiga segmen, yaitu mobil sport, off-road (SUV dan pickup) dan kendaraan komersial (truk dan bus).

Dalam beberapa tahun ke depan, Toyota group akan meluncurkan 40 model kendaraan baru atau facelift dari kendaraan elektrifikasi yang sudah ada, termasuk sedikitnya satu model plug-in hybrid per tahun hingga 2025.

Adapun model-model baru itu antara lain Toyota RAV4 PHEV, Lexus UX BEV, dan Toyota Mirai generasi baru.

Jika dikalkulasi, hitungan 10% PHEV itu sekitar 140.000 per tahun. Artinya, 140.000 unit itu bisa berupa model BEV (listrik murni berbasis baterai/PHEV selama sekitar lima tahun mendatang.

Untuk pasar global, Toyota menargetkan menjual 500.000 kendaraan elektrifikasi per tahun hingga 2025. [dp/TGH]