Hyundai dan Kia Memulai Debut (VR) Untuk Design Evaluation System | dapurpacu.id

Hyundai dan Kia Memulai Debut (VR) Untuk Design Evaluation System

KIA dan Hyundai, gunakan teknologi VR untuk mendesign Mobil

DAPURPACU – Dua raksasa otomotif besar asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation, ternyata sudah memanfaatkan teknologi virtual reality (VR) dalam proses desain mobil-mobil buatan mereka, agar menjadi lebih efisien dibanding sebelumnya.

Debut dua produsen asal Korea Selatan tersebut dimulai pada akhir tahun 2019. Sistem dengan teknologi VR tersebut sudah diterapkan di kantor pusat desain Hyundai dan Kia di Pusat Penelitian dan Pengembangan Namyang, Korea Selatan.

Teknologi ini merupakan bagian dari investasi senilai 15 miliar won, atau sekitar Rp180,7 miliar, yang diumumkan Hyundai dan Kia tahun ini.

Melalui implementasi lengkap proses pengembangan virtual di seluruh tahap R&D dan pra-produksi, Hyundai dan Kia mampu menghemat 20 persen waktu pengembangan kendaraan dan 15 persen biaya pengembangan pertahunnya.

“Proses pengembangan virtual adalah langkah penting untuk memberikan respon juga reaksi yang lebih cepat dan gesit terhadap kebutuhan pelanggan dan perubahan paradigma dalam industri otomotif,” ujar Albert Biermann, Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan untuk Hyundai Motor Group, dalam pernyataan resminya.

Baca juga:  KIA Berikan Free General Check Up Untuk 19 Model

“Melalui penguatan proses virtual, kami akan meningkatkan kualitas dan profitabilitas, pada akhirnya meningkatkan investasi dalam R&D untuk mengamankan daya saing dalam mobilitas masa depan,” tambahnya.

Selain mengurangi biaya pengembangan, teknologi virtual baru ini diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas dan memicu siklus peningkatan investasi R&D secara terus-menerus untuk Hyundai dan Kia.

Sistem evaluasi desain VR Hyundai Group itu bisa digunakan hingga 20 pengguna secara bersamaan sehingga memungkinkan para insinyur Hyundai dan Kia berkolaborasi lintas tim yang lebih besar daripada sebelumnya.

Untuk headset VR memungkinkan perancang dan insinyur  secara virtual memasuki simulasi pengembangan, dengan 36 sensor pelacakan gerak yang mendeteksi dan melacak lokasi dan pergerakan semua pengguna, memungkinkan masing-masing untuk berpartisipasi secara akurat dalam waktu nyata.

Sistem ini mensimulasikan elemen desain interior dan eksterior, pencahayaan, warna dan bahan, dan bahkan lingkungan virtual itu sendiri. Hyundai pertama kali menggunakan sistem ini selama tahap penilaian desain truk berat HDC-6 NEPTUNE Concept 8, yang pertama kali ditampilkan di North American Commercial Vehicle Show pada Oktober 2019 tahun lalu.

Baca juga:  KIA Berikan Free General Check Up Untuk 19 Model

Kia juga berencana untuk memperluas kemampuan sistem ini untuk penggunaan pengembangan pada model masa depan. Selain itu, rencana untuk membangun fasilitas desain VR jarak jauh akan memungkinkan kolaborasi virtual real-time antara pusat desain di Eropa, AS, China, dan India, bersama dengan proses pengembangan virtual yang ditingkatkan melalui penerapan augmented reality (AR). [dp/BGS]